HUKUM  

Akibat PSMS Dilanda Konflik, Gubsu Mau Tempuh Jalur Hukum

GUBSU
Gubsu Edy Rahmayadi akan menempuh jalur hukum bila konflik di PSMS Medan tidak dapat diselesaikan melalui jalur perdamaian

FORUM MEDAN | Konflik di kepengurusan PSMS Medan hingga kini masih belum berdamai dan malah menjadi tranding tofik di tengah-tengah masyarakat kota Medan khususnya. Sementara Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang selaku pemilik saham terbesar kecewa dengan kejadian itu, sehingga akan mau menempuh jalur hukum.

Alih-alih mau lihat PSMS Medan promosi ke kasta tertinggi di Liga 1 akan terhambat, akibat konflik pengurus PSMS Medan yang masih berlanjut tersebut.

Sebelumnya, PSMS Medan sempat ribut soal logo PSMS Medan. Seiring waktu berjalan masalah tersebut selesai. Tapi saat ini pengurus PSMS Medan bersitegang soal jajaran kepengurusan manajemen yang baru dibentuk.

Kodrat Shah yang sebelumnya menjabat sebagai salah satu pemegang saham terbesar, merasa tidak dilibatkan, sehingga terjadi ketidak cocokan.

Sementara PT Kinantan Medan Indonesia sebagai lembaga yang menaungi klub PSMS Medan, saat ini telah membentuk susunan kepengurusan manajemen yang baru.

Dimana langkah yang diambil oleh kepengurusan baru tersebut, disebut-sebut sebagai persiapan menatap Liga 2 mendatang.

Setelah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) beberapa hari lalu, PT Kinantan Medan Indonesia, akhirnya mengumumkan penunjukan direktur baru dan jajaran manajemen tim.

Selain itu, PT Kinantan Medan Indonesia juga mengumumkan susunan terbaru manajemen klub berjuluk ‘Ayam Kinantan’ itu.

Teranyar saat ini adalah, situasi semakin memanas setelah tahu Kongres PSSI yang digelar di Bandung pihak Kodrat Shah yang diperbolehkan masuk.

Pemilik 49 persen saham PSMS Medan, Kodrat Shah (empat dari kiri) saat menghadiri Kongres Biasa PSSI 2022 di Bandung, Senin (30/5/2022) kemarin. Turut hadir, Julius Raja (paling ujung kanan) yang mewakili PSMS Medan di forum itu.

Sedangkan kubu Edy Rahmyadi sendiri yang diwakilkan Mulyadi Simatupang sebagai manajer tak bisa masuk dalam kongres tersebut.

Terkait hal itu, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi akan menempuh jalur hukum lantaran manajemen PSMS yang baru saja disahkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Maret 2022 lalu justru tidak diperbolehkan ikut Kongres PSSI di Bandung.

“Tidak ada alasan tidak diterima, itukan soal keabsahan. PSMS itu kan organisasi olahraga, yang diatur secara PT, diawali dari lima perserikatan sepak bolah di Indonesia,” kata Edy di Medan, Kamis (2/6/2022).

Sementara para pemegang saham PSMS sebesar 51 persen itu menegaskan bahwa tindakan tidak memperbolehkan manajemen PSMS untuk mengikuti Kongres PSSI adalah pelanggaran.

“PSMS sudah berubah menjadi PT, PT itu setiap tahun wajib melakukan RUPS, nah RUPS kemarin sudah dilakukan, saya tak tahu sudah sampai mana. Tapi saya dengar bahwa tak boleh (masuk), oh itu melanggar. Saya kan pemegang sahamPSMS, pasti saya melakukan tindakan hukum,” ucapnya.

Edy kembali menegaskan, jika ada pihak yang mengklaim sebagai manajemen PSMS, telah melakukan tindakan melawan hukum.

“Oh melanggar hukum itu, pasti melanggar hukum. Sudah pasti itu. Kalian sajalah yang melihat. Karena itu, saya sudah dengar siapa yang klaim itu,” ucapnya.

Menurut Edy, jika pihak lain hendak mengklaim PSMS harus memiliki pemain, pelatih hingga infrastruktur yang mendukung.

“Tinggal ditanya saja, kalau dia mengklaim berarti dia punya pemain bola, yang kedua dia punya coach, yang ketiga dia punya manajemen yang sah, yang keempat dia punya infrastruktur, lapangan, segala macam, karena untuk bisa membesarkan PSMS tadi itu,”tegasnya.

“Kalau dia tidak punya terus dia merasa dia punya, terus kalau diberikan, apa yang bisa dia buat?,” tambahnya.

Mantan Pangkostrad itupun menegaskan bahwa klub sepak bolah Ayam Kinantan itu merupakan milik rakyat Sumatera Utara.Edy berharap, tak ada pihak yang berniat melecehkan PSMS.

“Pastinya PSMS ini milik rakyat Sumatera Utara, janganlah dilecehkan masyarakat Sumut ini. Kita tak bisa berbuat prestasi saja kita harus minta maaf sama rakyat Sumatera Utara ini, apalagi PSMS diperlakukan seperti tidak pada tempatnya. Termasuk kalian ini, kalau kalian merasa kalian rakyat Sumatera Utara kalian harus marah dengan hal ini,” kata Edy.

Diketahui, Induk sepakbola Tanah Air, PSSI menggelar Kongres Biasa Tahun 2022 di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung pada Senin (30/5/2022).

Satu di antara wakil klub yang menghadirinya adalah PSMS Medan. Rupa-rupanya perwakilan manajemen skuat berjuluk Ayam Kinantan di forum itu menuai polemik.

Pasalnya, wakil PSMS yang diizinkan mengikuti jalannya forum itu adalah Kodrat Shah dan Julius Raja bukan Mulyadi Simatupang dan Bambang Abimayu.

Sementara Direktur PSMS terpilih saat RUPS, Arifuddin Maulana dan manajemen lainnya justru tidak diperbolehkan masuk. (kesuma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *