Namun, Kabintaljarahdam berharap para Imam dan pendakwah harus hati hati dan waspada, jangan sampai ambil, karena akhir akhir ini banyak sekali paham /ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang benar. Apabila pendakwah menemukan ajaran Islam yang menyimpang harus bisa diluruskan sesuai Ajaran dan Hukum Islam yang benar
Lanjut Kabintaljarahdam bahwa akhir – akhir ini umat Islam sedang dihadapkan dengan banyak ajaran yang tidak sesuai konsep ajaran Islam yang benar, terlalu mudah membid’ahkan seseorang bahkan sampai mengkafirkan orang lain.
Untuk itu, Imam dan Khatib /pendakwah harus bisa memberikan pembinaan ajaran Islam kepada umat dengan baik dan benar, tidak boleh bertentangan dengan Pancasila, karena Pancasila pada dasarnya diambil dari konsep ajaran Islam sehingga semua isi dari Pancasila tidak bertentangan ajaran Islam, jelas Kolonel Arh Toto Raharjo.

“Semoga pelatihan Imam dan Khatib ini mampu membantu komandan satuan dalam pelaksanaan kegiatan di Mesjid sekaligus memudahkan proses pelaksanaan sholat wajib dan Sholat Jum’at sehingga mendapatkan keseragaman dalam penyelenggaraan ibadah sesuai tuntunan Agama Islam,” pungkas Kolonel Arh Toto Raharjo.
Turut hadir, Danyonkav 6/NK Letkol Kav. Nugraha Yudha Prawiranegara SIP, Wakabintaljarahdam I/BB Letkol Caj Muftiono, Kalakbintaljardam I/BB, Letkol Caj Lushak Andrews Butar Butar, Mayor Caj Masri Banurea, Mayor Inf Jalaluddin Dalimunthe, Mayor Inf Supardi, Mayor Arh Dwi Priyanto, Kakanwilmenag Medan Pengembangan Agama Islam, H. Tuah Sirait MHi, dan para peserta prajurit se wilayah Medan.
Sumber : Bintaljarahdam I/BB.







