FORUM DELISERDANG | Yayasan Purnama Satya Dharma melakukan bakti sosial vaksinasi dosis 1, 2 dan 3 terhadap warga Desa Paluh Sibaji pada Kamis 7 Juli 2022.
Menurut Kepala Desa Paluh Sibaji, Nasri, kegiatan itu dilakukan melalui kerja sama perangkat desa termasuk para kepala dusun dengan Ben Hui dari Yayasan Purnama Satya Dharma. Kegiatan diawali dengan melakukan sosialisasi dan himbauan kepada warga. “Kami ingin mengejar ketertinggalan dalam hal vaksinasi covid. Setelah dilakukan himbauan, ternyata warga antusias untuk divaksin,” ujar Nasri.
Vaksinasi menargetkan 150 warga. Setelah divaksin, warga mendapat bantuan sirup satu botol dan beras 5 kg. Pelaksanaan kegiatan juga dibantu tim dari KOSEK I Medan. “Kami sangat berterima kasih kepada kepedulian Yayasan ini dan pihak KOSEK I Medan yang membantu pelaksanaannya,” ujar Nasri.
Bun Hui selaku Ketua Umum Yayasan Purnama Satya Dharma menjelaskan ide vaksinasi datang dari dokter Rudi Kho yang mencarinya dan menyampaikan ide untuk melaksanakan bakti sosial vaksinasi. “Selaku warga yang lahir dan tinggal di Paluh Sibaji ini, saya meresponnya. Pelaksanaanya melalui Yayasan Purnama Satya Dharma yang alamat sekretariatnya juga di Desa Paluh Sibaji,” kata Bun Hui.
Dokter Rudi Kho selaku penggagas mengatakan sebagai putra daerah yang dilahirkan di Desa Paluh Sibaji, ia terpanggil untuk membangun daerah dan pengabdian sosial bagi warga Kecamatan Pantai Labu. “Vaksinasi ini adalah awal. Ke depannya akan melakukan bakti sosial seperti pengobatan gratis, bantuan sembako dan sudah membangun pintu air untuk mencegah banjir,” tuturnya.
Rudi Kho yang didampingi Bun Hui Ketua Umum Yayasan, Tan Kim Han, Seng Kuan, bendahara Chandara selaku Ketua PUB atau Persamuan Umat Budha yang bertugas sebagai kordinator kegiatan Vihara yang mengkordinir pemuda dan remaja umat atau ujung tombak vihara, atas inisatif dan restu dari Yang Mulia Bhante Jinadhammo Mahathera akan dibuka sekolah dengan kurikulum nasional dengan pelajaran agama Budha di Desa Paluh Sibaji. “Semua orang tanpa membedakan suku dan agama boleh bersekolah nantinya disitu,” kata dokter Kho.
“Selain itu, kami juga akan mendirikan Vihara sebagai tempat ibadah di dusun 2 Paluh Sibaji. Selama ini umat Budha melakukan ibadahnya ke Pakam dan desa lain seperti Desa Regemuk karena di Desa Paluh Sibaji belum ada Vihara,” ujarnya.
Persetujuan warga Paluh Sibaji sudah 150 orang yang tanda tangan, belum lagi dari Kecamatan dan ijinnya sudah keluar sesuai SKB dua menteri yaitu Menkumham dan Kemenag. “Kami sangat apresiasi dan memuji tingginya toleransi warga Pantai Labu ini dengan adanya persetujuan warga,” ujar Dokter Kho.
Terkait sosok Yang Mulia Bhante Jinadhammo Mahathera, dokter Kho yang menjabat sebagai Pembina di Yayasan Purnama Satya Dharma menjelaskan, beliau adalah Bhikkhu Mahatera yang paling tua di Indonesia dan sudah menjadi Bhikkhu selama 52 tahun dan bertempat tingga di dekat Candi Borobudur. Sementara itu, seorang umat Budha yang ditemui mengatakan toleransi Pantai Labu sangat baik dan sudah terjadi perkawinan antar suku. (Nikson Sinaga)







