FORUM MEDAN | Konsep integritas keilmuan Wahdatul Ulum yang digagas Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Prof Dr H Syahrin Harahap MA, mulai mendunia. Setidaknya, ini terlihat dalam pembicaraan Prof Syahrin dengan utusan Kedubes Malaysia yang berkunjung ke kampus UIN Sumut Jalan Williem Iskandar Medan, Jumat (29/7/2022) siang.
Menurut Prof Syahrin, Kedubes Malaysia menjelaskan bahwa saat ini di negara jiran itu sedang viral konsep Wahdatul Ulum, terutama di Universitas Islam Antar Bangsa, Malaysia. Karenanya, Prof Syahrin menyambut baik kedatangan Kedubes Malaysia itu dan secepatnya akan menjalin kerjasama dengan Malaysia.

Kejasama yang dimaksud, antaranya pertukaran mahasiswa UIN Sumut dengan Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia. Demikian juga pertukaran tenaga pengajarnya. Pihak-pihak di Malaysia terutama Kedubes juga akan mempromosikan UIN Sumut sampai ke negara-negara di Asia Tenggara. Sedangkan UIN Sumut akan memberikan uang kuliah terendah untuk semua mahasiswa yang berasal dari Malaysia. Dan, Kedubes Malaysia terkejut mendengar ini.
“Uang kuliah terendah itu adalah Rp 400 ribu/semester. Jadi semua mahasiswa UIN Sumut yang berasal dari Malaysia akan dibebankan uang kuliah sebesar itu, “ kata Prof. Syahrin.
“Kita juga akan memberikan kemudahan kepada mahasiswa luar negeri terutama Malaysia dalam hal imigrasi dan perpanjangan visa,” tambahnya.
Selain itu, Prof Syahrin dan Kedubes Malaysia sepakat kerjasama dalam bidang riset, publikasi, dan kerjasama dialog seperti seminar dan lainnya. Pihak Malaysia menyatakan kesiapannya dan akan ditindaklanjuti secepatnya.
Dsalam pertemuan silatrurrahmi itu, Prof Syahrin didampingi Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama, Dr Maraimbang Daulay MA, dan pejabat lainnya. (zas)








