FORUM LHOKSEUMAWE | Statemen yang dilontarkan Pj.Walikota Lhokseumawe, Dr Imran akan menggunakan dan mengharuskan ASN menggunakan tenaga mesin ”Ferari” untuk mengebut pembangunan Kota Lhokseumawe adalah dinilai omong kosong dan pernyataan yang berlebihan.
Demikian rangkuman wawancara khusus wartawan dengan salah seorang tokoh pengusaha dan tokoh masyarakat Kota Lhokseumawe Zulkarnain alias Nyakdun, Minggu (31/07/2022) kemarin.
Menurut Nyakdun, pernyataan tersebut merupakan pernyataan seseorang yang sedang panik menghadapi situasi, atau sebaliknya pernyataan seseorang yang sedang bergembira ketika mendapatkan suatu kepercayaan. Dengan menggebu-gebu dan bernafsu mengeluarkan pernyataan lepas control, sementara realisasi dari pernyataannya tidak akan terbukti, ibarat orang sedang emosi, bicaranya tidak terkontrol, sebut Nyakdun.
“Saya melihat problem Kota Lhokseumawe saat ini sangat komplek, mulai dari persoalan sampah, persoalan banjir, persoalan sukses fee proyek, persoalan proyek mangkrak, persoalan Islamic Centre dan sebagainya yang perlu perhatian khusus dari Pj Walikota. Membangun Lhokseumawe tidaklah cukup dengan pernyataan-pernyataan, kunjungan kesana kemari dan Peusijuk disana-sini, tapi pembangunan Lhokseumawe butuh action dan kerja keras,” ujarnya.
Secara tegas Nyakdun menyebutkan, tugas pokok Pj.Walikota saat ini adalah menyelesaikan persoalan yang kini sedang melilit Kota Lhokseumawe utamanya persoalan-persoalan yang ditinggalkan rezim lama seperti membereskan keresahan masyarakat Kontraktor terkait kutipan sukses fee yang mencapai 18 persen yang dilakukan selama ini.
Demikian juga persoalan pengelolaan rumah ibadah ”Islamic Centre” yang dikelola Pemko dengan menempatkan satu keluarga mulai dari ayah, anak dan keluarganya dalam mengelola serta menguras uang APBK tiap tahunnya untuk membayar gaji mereka, sementara kas di Mesjid kebanggaan masyarakat Kota Lhokseumawe itu sempat kosong. “Ini perlu dibereskan,” tegas Nyakdun.
Lebih lanjut Nyakdun menyebutkan, persoalan lainnya yang perlu segera dilakukan oleh Pj Walikota yakni menyelesaikan persoalan proyek mangkrak, menyelamatkan asset pemko yang sudah banyak beralih ke milik pribadi serta melakukan reposisi kabinetnya yang selama ini ditempati penjilat-penjilat di Pemko Lhokseumawe.
“Yang tidak kalah penting adalah menampung aspirasi masyarakat, pasang teliga dan buka mata apa yang diperlukan masyarakat kota Lhokseumawe, bukan hanya sibuk dengan blusukan murahan,” tutur pengusaha Kota Lhokseumawe itu.
“Saya pikir ini yang harus dilakukan Dr Imran selaku Pj Walikota Lhokseumawe sebagai action untuk membangun kota ini, bukan hanya sibuk Peusijuek sana-sini, kunjungan sani sini dan membuat pernyataan kontroversi yang membuat gaduh di masyarakat. Membangun Lhokseumawe dari keterpurukan tidak cukup hanya bersihkan sampah untuk blusukan, itu lagu lama yang telah using, tapi yang dibutuhkan sekarang kerja nyata,” sebut dia.
“Saya melihat hari ini pak Pj Walikota Dr Imran hanya sibuk mengurusi hal-hal yang tidak penting dan mengikuti irama rezim pendahulunya, padahal dia tidak sadar para kabinetnya akan menjerumuskan dirinya ke jurang. Banyak orang dikelilingnya dan pembisik-pembesik yang berada di samping kiri dan kanannya berusaha untuk menjerumuskan, namun kita sayangkan kalau seorang Dr Imran tidak sadar akan hal itu. Semoga dugaan ini tidaklah benar,” tutup Nyakdun dalam wawancara dengan pers di Lhokseumawe kemarin. (Rel)







