Pemko Lhokseumawe Bina Koperasi Untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Diperindag Lhokseumawe
Kepala Disperindagkop Pemko Lhokseumawe Muhammad Rizal didampingi Kasi Pembinaan Koperasi dan Kelembagaan, Ghufran Nuristan, bersama pengurus Koperasi Produsen Serba Usaha Mon Jaya.

FORUM LHOKSEUMAWE | Pemko Lhokseumawe melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi {Disperindagkop)  terus membina koperasi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Koperasi Produsen Serba Usaha Mon Jaya, salah satu koperasi yang berhasil membantu petani membudidayakan udang vaname sistem bioflok.

Kepala Disperindagkop Pemko Lhokseumawe Muhammad Rizal melalui  Kasi Pembinaan Koperasi dan Kelembagaan, Ghufran Nuristan, S.STP, Rabu (22/6/2022) menjelaskan, pembinaan terus dilakukan dlterhadap koperasi. Salah satu koperasi yang sedang berkembang saat ini, Koperasi Produsen Serba Usaha Mon Jaya. Koperasi tersebut membina para petani udang vaname di Gampong Uteuen Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Diperindag Lhokseumawe 1 1
Kepala Disperindagkop Pemko Lhokseumawe Muhammad Rizal didampingi Kasi Pembinaan Koperasi dan Kelembagaan, Ghufran Nuristan, meninjau lokasi budidaya udang vaname

Menurut Ghufran, Koperasi membantu berbagai kebutuhan petani. Seperti, benur udang, pakan dan berbagai kebutuhan lainnya. Para petani setempat telah berhasil panen udang vaname. Bahkan saat ini petani baru saja menebarkan 650.000  benur pada kolam budidaya vaname sistem bioflok.

Pemrakarsa Koperasi Produsen Serba Usaha Mon Jaya, H. Ismuha Ismail menjelaskan, sejumlah 650.000 benur udang vaname telah ditebarkan ke dalam 13  kolam. Setiap kolam ditebar 50.000 benur. “Budidaya vaname dilakukan dengan sistem bioflok,” jelas Ismuha Ismail yang juga Ketua DPC Gerindra Lhokseumawe.

Sebelumnya, petani berhasil memanen vaname, program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya udang vaname sistim bioflok. H.Ismuha Ismail menambahkan, setiap kolam yang ditebar 50.000 benur, diperkirakan menghasilkan panen sampai 20.000 udang vaname ukuran 40 – 70 ekor pernah kilogram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *