Pangdam I/BB Kembali Gelar Safari Subuh Arafah di Masjid Pondok Pesantren Jabal Noor Sei Mencirim

29fb9340 d45c 4790 ace0 c788e7b89f51
Ustadz Dr. H. Amhar Nasution MA sedang menyampaikan tausiahnya

FORUM DELI SERDANG | Panglima Komando Daerah Militer I Bukit Barisan (Pangdam I/BB) kembali melaksanakan kegiatan safari subuh ke beberapa Masjid -Masjid di Sumut. Kegiatan kali ini, Tim Safari Sholat Subuh Arafah hadir di Masjid Pondok Pesantren Jabal Noor, Jalan Sei Mencirim, Desa Medan Krio, Kecamatan Medan Sunggal Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan safari subuh tersebut merupakan agenda rutin yang ke-9 dan telah dilaksanakan Pangdam I /BB bersama tim Safari Subuh Arafah Sumut. Adapun tujuan dilaksanakannya yaitu untuk menjalin silaturahmi dan ingin menjadikan Mesjid sebagai pusat Budaya serta bangkitkan perekonomian umat.

Hal ini disampaikan Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, SE MSi melalui Tim Safari Subuh Arafah Berjama’ah, Budiono yang juga sebagai Kabasarnas Sumut di Masjid Pondok Pesantren Jabal Noor, Jalan Sei Mencirim, Desa Medan Krio, Kecamatan Medan Sunggal Kabupaten Deli Serdang, Minggu (07/08/2022).

Menurut Budiono bahwa Safari Subuh Arafah Berjama’ah ini cukup bermanfaat besar selain bisa bersilaturahmi diantara sesama muslim, ternyata sholat Subuh Berjama’ah ini bisa mempererat Ukhuwah Islamiyah.

Untuk itu, Budiono menyampaikan rasa terimakasih kepada Pembina Tim Safari Subuh Arafah, terutama Pangdam I/BB beserta jajarannya yang telah melibatkan pihaknya di setiap kegiatan sosial keagamaannya.

Jadi, selaku Kepala Basarnas mengajak pihak Yayasan Pondok Pesantren Jabal Noor untuk membekali ilmu dan pengetahuan kepada para Santri tentang Pertolongan khusus kecelakaan, bencana alam. Pelatihan dan permintaan latihan SAR, masyarakat yang ingin mengetahui ilmu SAR, agar dapat melakukan pertolongan diri sendiri maupun orang lain, jelas Budiono.

Sementara itu, Dalam Tausiahnya Ustadz Dr. H. Amhar Nasution MA menyampaikan Umat Islam terutama generasi muda atau kaum muda harus mengetahui sejarah Bulan Muharram, Bulan Muharram menjadi bulan pertama dalam kalender Islam atau Hijriah.

Dikatakan Dr. Amhar Nasution bahwa Bulan Muharram terdapat banyak keutamaan dan peristiwa yang terjadi, Ini menjadi sejarah dalam perkembangan umat Islam dan Muharam juga sebagai bulan yang penuh dengan kemuliaan dihadapan Allah SWT.

Dalam bahasa Arab bulan Muharram diambil dari kata haram yang artinya suci atau terlarang. Maksud dari haram di sini bulan Muharram bukanlah menjadi bulan yang diharamkan oleh Allah. Namun bulan Muharram menjadi bulan yang dilarang untuk berperang dan membunuh pada zaman dahulu.

Larangan itu sudah ada sebelum Islam datang. Bangsa Arab sebelum atau setelah Islam datang tidak memiliki angka tahun atau kalender. Masyarakat biasanya menamakan tahun dengan sebuah peristiwa besar yang terjadi di negerinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *