FORUM ACEH | Harga kedelai di Kota Langsa, Aceh, mengalami lonjakan yang begitu drastis. Akibatnya, para pengusaha tahu dan tempe di daerah itu terpaksa mengurangi ukuran dan porsinya.
“Harga kedelai melonjak di daerah kami sejak November 2020 hingga saat ini. Dari harga sebelumnya Rp 7800 per-kilogram, menjadi Rp 10.800 hingga Rp 11.000,” kata salah seorang pedagang kedelai di Kota Langsa, Chairman (46) kepada Forum Keadilan, Minggu (6/6/2021).
Chairman yang memiliki grosir kedelai di kota itu menambahkan, sebelum kenaikan harga kedelai, grosirnya mampu menyimpan stok kedelai memcapai 1000 sak karung atau 50 ton kedelai dalam per-bulannya. Namun kini hanya 400 sak saja, atau sekitar 20 ton saja.
“Karena harga kedelai cukup mahal dalam perkilogramnya, makanya saya hanya mampu menyimpan stok kedelai sekitar 20 ton saja dalam perbulannya, karena disebabkan kurangnyan pengusahaa tahu dan tempe di Kota Langsa membeli membeli kedelai,” ungkapnya.
Asnah (50), seorang pengusaha tahu dan tempe di Kota Langsa kepada Forum Keadilan mengatakan melonjaknya harga kedelai sangat berdampak pada usahanya. Meski demikian, ia tetap tidak menaikan harga tahu dan tempe yang dijual, namun hanya mengurangi posri dan ukuran tempe saja.
“Pembeli kurang minat membeli tahu dan tempe yang telah dikurangi porsi dan ukurannya tersebut. Ditambah biasanya lima bungkus tempe dijual Rp 5000, kini saya jual Rp 5000 hanya empat bungkus saja. Yang jelas, sebelumnya tempe bisa terjual 1000 bungkus, kini hanya 200 bungkus saja. terangnya mengakhiri. (Sutrisno).







