Keputusan Ir Lamhot Sinaga disambut oleh peserta yang merasa kecewa dengan meninggalkan ruangan Mubes bersama Ir Lamhot Sinaga dan tidak kembali lagi.
Sementara, sebelumnya yaitu pada Jumat (14/10/2022) pagi telah diperoleh informasi ada tiga yang berminat menjadi bakal calon yaitu Ir Edison Sinaga, Ir Lamhot Sinaga dan Alpeda Sinaga.
Memasuki pleno ke 5, peserta mulai mengambil formulir usulan/dukungan. Ir Edison Sinaga dan Alpeda Sinaga maju dan duduk di depan pimpinan tetap sidang. Beberapa menit kemudian Alpeda menuju podium dan memanggil istrinya. Didampingi istrinya, Alpeda mengatakan mendukung Ir Edison Sinaga menjadi Ketua Umum (mengundurkan diri-red).
Informasi sebelum proses pendaftaran, Alpeda akan mundur dari pencalonan. Alpeda tidak mengutarakan apa alasan sebelumnya untuk menjadi bakal calon. Dengan mundurnya Alpeda, maka bakal calon menjadi tunggal, sehingga konfirmasi dan klarifikasi oleh pimpinan tetap Mubes hanya diberikan kepada Ir Edison Sinaga dan istrinya.

Ir Edison menjawab pimpinan tetap sidang membenarkan dirinya mendaftar sebagai bakal calon Ketua Umum dan sebelumnya telah berkonsultasi dengan istri dan anaknya dan mendapat dukungan. Reny br Siagian istri Ir Edison Sinaga membenarkan mendukung seratus persen suaminya menjadi Ketua Umum PPTSB.
Ir Edison menyatakan komitmentnya untuk bekerja penuh memberikan waktu, tenaga pikiran bahkan logistik untuk PPTSB bila menjadi Ketua Umum. Penyampaian komitment Ir Edison Sinaga langsumg diberikan aplus yang tinggi dari peserta sidang. Karena telah dinilai memenuhi syarat, pimpinan tetap sidang mengecheck formulir usulan/dukungan, ternyata dukungan kepadanya jauh melewati persyaratan yaitu 17 wilayah dan 90 cabang/Parsidomu. Kemudian pimpinan tetap sidang Mubes melalui pimpinannya Dr Sahat Sinaga menetapkan Ir Edison Sinaga sebagai Ketua Umum PPTSB masa bhakti 2022-2026 sekaligu sebagai Ketua Formatur pemilihan pengurus lainnya.
Sementara itu, sore hari usai penetapannya, Ketua Umum Mubes XV PPTSB menerima kedatangan Menkumham Prof Yasonna Laoly dan mendapat sambutan hangat, bahkan diminta untuk menyanyikan lagu Boru Panggoaran.
Yasonna Laoly sebelum bernyanyi meminta agar lagunya dilelang untuk kas PPTSB, dan ternyata setelah bernyanyi langsung disambut peserta dengan menyatakan jumlah sumbangannya terkumpul hingga Rp 120 juta. (Nikson Sinaga)







