Muslim juga mengaku kalau pembagian Kanji Rumbi saat ini masih sangat terbatas. “Pastinya kita bagikan masyarakat, dan kita tidak membaginya kepada anak-anak mengingat Kanji Rumbi ini panas dan terbatas. Jadi harus para orang tua yang mengambil, dan kepada pengunjung harus kemasan sendiri,” ucap Muslim.
Menurut Muslim, dalam sehari panitia menyiapkan 800 porsi Kanji Rumbi. Masyarakat yang datang boleh membawa wadah makanan sendiri untuk membawa Kanji Rumbi. “Silakan bawa wadah sendiri, kami pastikan kebagian semuanya pengunjung,” katanya.
Dalam sehari mereka memasang dua dandang kanji rumba di halaman masjid. Proses memasaknya dapat disaksikan langsung oleh pengujung. Dari situ, diharapkan cara memasak kanji rumba khas Aceh ini bisa terus dipertahankan. “Kan bisa lihat dan catat sendiri menunya,” kata Muslim.
Tradisi berbagi Kanji Rumbi di masjid terbesar Kota Lhokseumawe itu dimulai sejak 2010 silam. Untuk bahan makanan, warga menyumbang mulai beras hingga uang tunai.

Sementara itu, salah seorang warga, Annisa mengatakan, setiap bulan Ramadhan dirinya selalu mengantre untuk mengambil Kanji Rumbi yang dibagi secara gratis tersebut. “Saya setiap tahun dalam bulan Ramadhan selalu mengantri untuk mengambil Kanji Rumbi. Selain rasanya enak, bahkan sangat cocok untuk berbuka puasa,” sebutnya.
Untuk diketahui, Kanji Rumbi merupakan bubur kaya rasa dengan bumbu 28 macam rempah. Kanji rumbi dibuat dari beras, udang cincang, wortel cincang, seledri, jahe, serai, dan rempah-rempah yang digiling. Selain udang, kadang daging sapi cincang ditambahkan ke dalam adonan. Semua bahan itu dimasak bersama air di dalam belanga besar hingga menjadi bubur. Rasanya sungguh lezat.
Selain lezat dan nyaman di perut, warga menyakini kanji rumbi yang dibuat dengan bumbu aneka rempah punya khasiat untuk meredakan gangguan kesehatan seperti masuk angin, kolesterol, gangguan lambung, dan hipertensi. (adv)







