FORUM SIMALUNGUN | Polres Simalungun masih menyelidiki kasus tembok runtuh di Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun yang menewaskan 3 orang. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya tindak pidana.
Kapolres Simalungun, AKBP Agus Waluyo saat dikonfirmasi mengatakan, masih dilakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian dan menentukan tindak pidana yang terjadi.
“Masih dilakukan penyelidikan, untuk memastikan penyebabnya apa, dan apakah ada tindak pidana atau pelanggaran hukum yang terjadi dalam peristiwanya”, ujar Agus, Selasa (29/6/2021).
Kasatreskrim Polres Simalungun, AKP Ariwibowo yang dihubungi terpisah menambahkan, sejauh ini polisi sudah memeriksa 6 orang terkait penyelidikan tembok rubuh di Pusat Pembinaan Umat (PPU) Katolik di Jalan Josep Sinaga, Parapat. Korban tewas terjepit di dalam mobil akibat tertimpa material tembok, begitu juga pengendara sepeda motor.
Ketiga korban yang tewas adalah penumpang mobil minibus, dan pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 6 orang, terkait penyelidikan tembok rubuh di Parapat, dan belum ada yang ditetapkan tersangka,” sebut Ari.
Seperti diketahui, tiga korban tewas akibat tembok rubuh di Parapat, kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (28/6/2021) kemarin.
Dua korban tewas merupakan warga Depok, Jawa Barat dan satu warga Ajibata, Kabupaten Toba. Dua korban tewas yang terjepit di dalam mobil Mega Helmita (20) dan Andika Brema (15) warga Depok. Sedangkan korban pengendara sepedamotor yang tewas adalah Kristanto Josua (27) warga Ajibata, Kabupaten Toba.
Para korban diinformasikan tewas setelah material bangunan tembok di Jalan Josep Sinaga, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, menimpa mobil dan sepedamotor yang kebetulan melintas saat kejadian.









