Zionisme Modern. Sebuah gerakan yang dinisbatkan kepada Theodor Herzl, seorang jurnalis Yahudi Austria (1860-1904 M.). Tujuannya yang pokok sangat jelas. Yaitu menggiring orang-orang Yahudi untuk mendominasi Dunia, diawali dengan mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina. Yahudi telah melakukan perundingan dengan Sultan Abdul Hamid tentang persoalan tersebut 2 kali, tetapi Sultan itu menolaknya. Sejak itulah Yahudi Internasional berusaha keras menjatuhkan Sultan Abdul Hamid dan menghapuskan khilafah Islamiyah.
Herzl telah menyelenggarakan Konperensi Zionisme Internasional Pertama tahun 1897 M. Dia berhasil mengumpulkan orang-orang Yahudi se Dunia pada konperensi tersebut. Ia berhasil pula mengumpulkan cendekiawan-cendekiawan Yahudi yang mengeluarkan keputusan-keputusan yang paling berbahaya sepanjang sejarah dunia, yaitu “Protokolat Para Hakim Zionist”, yang diadopsi dari ajaran-ajaran kitab suci Yahudi yang telah diselewengkan. Sejak itu Yahudi mulai menata organisasi-organisasi mereka, sehingga mereka mampu bergerak dengan gesit, cerdik, lihai dan tersembunyi untuk mencapai tujuan-tujuan destruktifnya, yang dampak dan akibatnya jelas sekali di depan mata kita saat ini.
Pemikiran – pemikiran dan Doktrin – doktrinya
Zionisme mengadopsi ide dan keyakinannya dari kitab-kitab suci yang telah diselewengkan oleh tokoh-tokoh Yahudi sendiri. Pemikiran-pemikiran zionisme telah dirangkum dalam “ Protokolat Para Hakim Zionist ”.
Zionisme menganggap, bahwa semua orang Yahudi di Dunia adalah anggota keluarga bangsa Israel.
Zionisme bertujuan agar orang-orang Yahudi mampu mendominasi dunia, sebagaimana telah dijanjikan oleh Tuhan mereka “Yahweh”. Sebagai titik tolak dari rencana besar itu, mereka harus mendirikan sebuah pemerintahan di bumi yang telah dijanjikan, yaitu yang terbentang dari sungai Nil sampai dengan sungai Eufrat.
Diyakininya bahwa orang Yahudi adalah bangsa Istimewa yang harus menjadi Tuan yng berkuasa. Sementara bangsa-bangsa lainnya adalah budak-budak mereka.
Dipandangnya, bahwa cara yang terbaik untuk mendominasi dunia adalah dengan mendirikan sebuah pemerintahan atas dasar kekuatan intimidasi dan kekerasan.
Dikumandangkannya kebebasan politik agar mendapat simpati dan dapat menguasai massa. Mereka berkata: “ Kita harus tahu , bagaimana cara memberi umpan untuk menjebak mereka ke jaring kita ”.









