Selain itu, Fuad menekankan pentingnya kesesuaian data antara Badan Pusat Statistik (BPS) dengan pemerintah daerah, karena data yang digunakan oleh pemerintah pusat berasal dari BPS. Hal ini penting dalam menyusun kebijakan yang efektif.
“Kita selalu melakukan sinkronisasi dan penginputan data, contohnya pada langkah 1 dalam bidang konvergensi stunting. Data dari berbagai instansi terkait dimasukkan ke dalam aplikasi Bangda. Jika terdapat anomali, akan segera muncul, dan dari data yang diinput ini akan muncul lokus Stunting, begitu juga di aksi seterusnya,” ungkapnya.
Dalam upaya penurunan angka stunting, Fuad menyoroti perlunya kerja sama semua pihak sesuai dengan fungsi masing-masing. Ia menegaskan bahwa intervensi khusus diperlukan untuk anak-anak yang berisiko mengalami stunting, termasuk perubahan pola pikir di dalam keluarga dan sosialisasi mengenai kebiasaan hidup sehat.
“Upaya penurunan angka stunting di Aceh Utara memerlukan kerjasama yang solid antara semua pihak terkait, tentunya didukung oleh data yang akurat dan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat,” tutup Fuad. (Advetorial)







