Atasi Stunting, Kadinkes Aceh Utara: “Perilaku Kekhawatiran Reaksi Imunisasi, Perlu Diubah Orang Tua Anak”

WhatsApp Image 2024 06 05 at 16.33.25
Pejabat (Pj) Bupati Aceh Utara Drs. Mahyuzar menyaksikan penandatanganan upaya bersama menurunkan stunting

Namun kata Amir, demam terjadi karena adanya perubahan pada kondisi imun si Anak, dan itu merupakan hal yang biasa, tidak perlu adanya kekhawatiran orang tua saat tubuh si Anak mengalami reaksi semacam itu, dan itu normal, juga perilaku semacam itu perlu segera dirubah.

Amir berharap kedepan, agar orang tua dapat mendatangi posyandu secara bersamaan, artian lengkap si bapak dan ibu sekaligus anak, agar keduanya dapat sama sama teredukasi soal Imunisasi, karena, yang teredukasi selama ini hanyalah ibu dari sang anak saja, sementara si bapak tidak.

Sehingga, atas kurangnya pemahaman terhadap imunisasi timbulah kekhawatiran yang mendalam, panik hingga berujung ke upaya penolakan stunting. “Dan ini sangat berbahaya dan berdampak ke stunting jika imunisasi tidak tercapai,” kata Amir.

Disamping itu, Amir selaku Kepala Dinas Kesehatan mengajak seluruh stackholder lintas sektoral, termasuk para tokoh agama, Ulama di kabupaten Aceh Utara untuk secara bersama sama melakukan edukasi penting nya imunisasi terhadap anak.

“Saya juga telah berkoordinasi sebelumnya dengan Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara untuk  dapat memberi masukan kepada Ustad agar dapat menyelipkan  kampanye pentingnya imunisasi saat khutbah Jum’at, karena orang tua lelaki anak berkumpul di masjid saat jum’at,” kata Amir dihadapan para pemangku kebijakan yang hadir dalam kegiatan rembuk stunting 2024.

Sekda Aceh Utara Dr A Murtala MSi

 

Sekda Aceh Utara Dr A Murtala, MSi, dalam arahannya usai membuka kegiatan menyampaikan, pemerintah pusat telah menyusun langkah-langkah strategis untuk percepatan penurunan angka stunting secara nasional dengan ditetapkannya Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang dikoordinasikan oleh BKKBN, dengan target prevalensi stunting turun menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), kata dia, prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Utara menurun 0,5 persen, dari 38,8 persen pada tahun 2021 menjadi 38,3 persen pada tahun 2022.

“Angka ini masih sangat tinggi dan jauh dari target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023-2026, di mana diharapkan pada tahun 2024 prevalensi stunting turun menjadi 28 persen,” ungkap Murtala.