Secara terpisah di Kyiv, Menteri Luar Negeri Ceko Jan Lipavský menyebut serangan rudal hari Kamis sebagai langkah eskalasi dan upaya diktator Rusia untuk menakut-nakuti penduduk Ukraina dan menakut-nakuti penduduk Eropa.
Dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, Lipavský juga menyatakan dukungan penuhnya untuk memberikan sistem pertahanan udara tambahan yang diperlukan guna melindungi warga sipil Ukraina dari “serangan keji.”
Ia menggarisbawahi, Republik Ceko tidak akan memberlakukan batasan apa pun pada penggunaan senjata dan peralatannya yang diberikan kepada Ukraina.
Tiga anggota parlemen dari parlemen Ukraina, Verkhovna Rada, mengonfirmasi bahwa sidang yang dijadwalkan sebelumnya pada hari Jumat dibatalkan karena adanya ancaman rudal Rusia yang menargetkan gedung-gedung pemerintah di pusat Kyiv.
Selain itu, ada pula rekomendasi untuk membatasi kegiatan semua kantor komersial dan organisasi non pemerintah
“Di dalam perimeter itu, dan penduduk setempat diperingatkan akan meningkatnya ancaman,” kata anggota parlemen Mykyta Poturaiev, yang menambahkan bahwa ini bukan pertama kalinya ancaman semacam itu diterima.
Salah seorang juru bicara mengungkapkan, Kantor Presiden Volodymyr Zelenskyy terus bekerja sesuai dengan langkah-langkah keamanan standar.
Direktorat Intelijen Utama Ukraina mengatakan rudal Oreshnik, yang namanya dalam bahasa Rusia berarti pohon kemiri, ditembakkan dari Lapangan Uji Rudal Kapustin Yar ke-4 di wilayah Astrakhan, Rusia, dan terbang 15 menit sebelum menghantam Dnipro.
Peluncuran uji coba rudal serupa dilakukan pada Oktober 2023 dan Juni 2024, kata direktorat tersebut. Pentagon mengonfirmasi rudal tersebut merupakan jenis rudal jarak menengah eksperimental baru yang didasarkan pada rudal balistik antarbenua RS-26 Rubezh.
Serangan pada Kamis menghantam pabrik Pivdenmash yang membangun ICBM saat Ukraina masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Fasilitas militer tersebut terletak sekitar 4 mil (6 1/2 kilometer) di barat daya pusat Dnipro, kota berpenduduk sekitar 1 juta jiwa yang merupakan kota terbesar keempat di Ukraina dan pusat utama pasukan militer dan bantuan kemanusiaan, serta menjadi rumah bagi salah satu rumah sakit terbesar di negara itu untuk merawat tentara yang terluka dari garis depan sebelum mereka dipindahkan ke Kyiv atau ke luar negeri.
Daerah yang terkena serangan ditutup dan tidak terlihat oleh publik. Karena tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat serangan tersebut, warga Dnipro menggunakan humor gelap di media sosial, sebagian besar berfokus pada nama rudal tersebut, Oreshnik.
Di tempat lain di Ukraina, Rusia menyerang distrik permukiman Sumy semalam dengan pesawat tanpa awak Shahed rancangan Iran, menewaskan dua orang dan melukai 13 orang, kata pemerintah daerah.
Media Suspilne Ukraina, mengutip kepala daerah Sumy Volodymyr Artiukh mengatakan pesawat nirawak itu diisi dengan serpihan peluru.
“Senjata-senjata ini digunakan untuk menghancurkan orang, bukan untuk menghancurkan benda,” kata Artiukh, menurut Suspilne. (int)








