Kemiskinan Mendera Kehidupannya, Kata Bang Zakaria: Sebelum Ajal Berpantang untuk Mati

Zakaria

FORUM MEDAN | Terlihat rumah sangat lama bercat hijau muda yang ditempati Zakaria (49) Jalan Syahbudin Yatim, Lingkungan 10, Kel. Pekan Labuhan, Kec.Medan Labuhan. Dinding depan rumah banyak lepas akibat termakan usia, Minggu (1/8/2021).

Di dalam ruangan tengah teronggok 1 tivi dan satu tilam usang pemberian orang yang berada di bawah lantai. Rumah papan yang diperkiran berumur tujuhpuluh tahunan tersebut mempunyai 2 ruangan. Diantaranya 1 kamar mandi tanpa penyekat berlantai tanah.

Tempias hujan selalu dirasakan keluarga Zakaria, bila hujan deras datang. Bahkan Zakaria bersama istri dan 3 anaknya harus mengungsi ke teras rumah karena air hujan masuk ke dalam rumah akibat atap bocor.

Namun Zakaria tak patah arang, saat ini untuk mencari makan sehari-harinya Zakaria menjaga parkir walaupun dengan upah Rp 30 perhari. Sebelumnya Suami Latifah Hanum ini pernah bekerja sebagai pembantu dekorasi pelaminan perkawinan. Namun dimasa Pandemi Corona usaha itu sepi dan Zakaria pun bantingstiur dengan mencari botot.

Menurut Zakaria dirinya pernah sakit sekarat akibat 2 minggu tak makan dan hanya minum air saja. Karena 3 hari tidak ada nasi mengganjal diperutnya Zakaria sepulang dari bekerja jatuh dan pingsan.

Selama 2 minggu dirinya terbaring di rumah tanpa perobatan. Untung Allah SWT masih memberikan umur panjang buat Zakaria. Tiba’-tiba ada warga Marelan yang berbaik hati dan memberikan bantuan kepada Zakaria.

Sewaktu Zakaria sakit, 2 anaknya, Zalfa Zahira (9) dan M Fikri (6) sempat mengemis di sekitar pajak Pekong Labuhan. Dan terkadang untuk makan sehari-hari anak Zakaria berharap dari belas kasihan dari para warga sekitar rumah mereka.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah yang pantas diucapkan terhadap Zakaria. Anaknya yang sulung Zakiah Ramadhani (13) dikeluarkan dari sekolah akibat tak memiliki Android untuk mengkuti Daring di sekolah.

Akibat tak bersekolah lagi, kini Zakiah bekerja sebagai tukang cuci piring di kedai nasi kawasan Belawan.

“Sebelum ajal berpantang untuk mati. Apapun kukerjakan Bang!. Yang penting bisa untuk makan anak-anak di rumah,” kata Zakaria dengan suara hampir tak terdengar.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *