OPINI  

Gaza dan Ketakutan Barat Akan Tegaknya Khilafah

download

Oleh: Rismayana (Aktivis Muslimah)

Gaza semakin mencekam, darah rakyat Gaza berada di tangan para konspirator yang berkhianat untuk kebrutalan penjajah Zionis Yahudi.

Sejak operasi Badai Al-Aqso yang dilancarkan kelompok militer Palestina yang dipimpin oleh Hamas pada 7 Oktober 2023 akibat invasi dan serangan Israel terhadap jalur Gaza hingga sekarang kondisi Jalur Gaza sangat memprihatinkan dan menyedihkan.

Semakin parahnya kondisi jalur Gaza akibat serangan brutal Zionis Yahudi terhadap rakyat Gaza, Hal ini memicu gelombang aksi untuk membela Gaza dan rakyat Palestina di seluruh penjuru dunia.

Aksi dukungan terhadap rakyat Gaza dan Palestina terus meluas dari berbagai kalangan.
Salah satu dukungan yang diberikan masyarakat dunia terhadap penderitaan rakyat Gaza adalah dibukanya konferensi dunia dengan Koalisi Global bela Al-Quds. Konferensi ini dibuka saat genosida terhadap rakyat Gaza masih terus berlangsung.

Konferensi ini dibuka di Turki (Istanbul) pada tanggal (27/27/2025) dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat. Seperti tokoh-tokoh pemimpin dari berbagai negara, para akademis, budayawan, pemimpin media dan juga para aktivis. Dan ini dihadiri sekitar 60 negara di seluruh dunia. Konferensi bela Palestina ini mengusung tema Kemenangan untuk Gaza adalah Tanggung Jawab Umat.

Konferensi ini merancang ide menyatukan dan melibatkan seluruh unsur umat baik itu individu mau pun lembaga internasional bersatu padu dalam mengupayakan dan memperjuangkan Palestina. Hal ini diperkuat dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Biro luar Negeri Hamas, Khaled Mashal. Dalam pesannya beliau menyampaikan, Palestina adalah urusan bersama, dan Al -Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam, sudah selayaknya Zionis Israel sebagai musuh bersama, karena ketahuilah saat ini rakyat Gaza sedang dibumihanguskan oleh penjajah Yahudi laknatullah. Maka sebagai umat dunia yang perduli dengan nasib Gaza tidak sepantasnya kita berdiam diri menyaksikan saudara kita dibantai dan dengan kondisi sangat memprihatinkan (mati dalam keadaan kelaparan dan kehausan) akibat blokade yang dilakukan Zionis. Ujar Khaled.Sabili (28/04/2025)

Aksi bela Palestina soal Gaza hingga saat ini masih masif dilakukan di berbagai wilayah. Karena sejak perjanjian damai antara Hamas dan Zionis Israel berakhir dengan penghianatan Zionis Israel, pembantaian masih terus berlangsung di tengah diamnya para penguasa negeri-negeri muslim. Hal ini diperparah dengan abainya para penguasa negeri muslim terutama negara tetangga Palestina. Khususnya Mesir yang langsung berbatasan dengan Rafah. Seharusnya sesama muslim akan dengan mudah membantu sesama saudaranya yang sedang ditimpa musibah. Tetapi bukannya menolong malah memutus ikatan persaudaraan dengan membangun tembok tinggi sepanjang wilayah Rafah hingga dekat semenanjung Sinai (perbatasan Mesir).

Sebagai umat Islam seharusnya kita saling tolong menolong. Umat Islam diibaratkan bagaikan satu tubuh, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Maka apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya ikut merasakan tidak bisa tidur dan panas (turut merasakan sakitnya).” Shahih Muslim 4685)

Akibat ketidakpedulian dan tutup matanya para penguasa negeri muslim khususnya negeri jazirah Arab terhadap kebrutalan Zionis Yahudi. para pendukung aksi bela Palestina yang dikomandoi oleh beberapa tokoh ulama menyerukan para penguasa negeri muslim segera mengirimkan tentaranya (jihad) dan menyerukan tegaknya Khilafah.

Keengganan para penguasa negeri Arab dalam mendukung dan membela rakyat Gaza saat ini, menurut Sekjen IIMS (Internasional Union Of Muslim Scholars) atau Persatuan Ulama Muslim Internasional, Ali Al-Qaradaghi. merupakan kejahatan besar dalam hukum Islam. Dan persatuan Ulama Muslim Internasional juga mengeluarkan fatwa dengan menyeru jihad melawan Israel. Ini bertujuan untuk menghentikan genosida yang terus berlangsung yang dilakukan Zionis Israel. muslimahnews.(22 April 2025)

Di satu sisi, krisis Gaza justru membuka pintu yang lebih lebar bagi arus kesadaran umat akan pentingnya Khilafah. Karena Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi kaum muslim di seluruh dunia untuk melaksanakan hukum-hukum Allah dan menegakkan berbagai urusan dan kebutuhan umat. Seperti krisis Gaza yang dibombardir oleh Zionis Yahudi.

Akibat krisis Gaza yang terus berkepanjangan dan tanpa adanya solusi yang tepat, menjadikan sebagian umat Islam yang paham akan kebutuhan kepemimpinan Islam (Khilafah) terus berjuang menyerukan kepada umat betapa pentingnya penegakan Daulah Khilafah. Penegakkan Daulah ini hanya bisa terwujud dengan mengikuti metode dakwah Rasulullah SAW yang target utamanya adalah melalui thariqoh ummat. Yakni dakwah penyadaran umat yang berbasis aqidah, hingga terbentuk dukungan kuat dari umat yang akan mendorong perubahan mendasar berupa dibaiatnya seorang Khalifah bagi seluruh umat Islam.

Meskipun tegaknya Khilafah merupakan suatu keniscayaan, sebagian kaum muslim masih ada yang mengatakan bahwa Khilafah adalah ilusi dan utopia. Tetapi bagi bangsa kafir penjajah justru sebaliknya, mereka begitu yakin akan berdirinya Khilafah dalam waktu dekat.

Barat khususnya Amerika Serikat melalui badan Intelijennya pada tahun 2004 telah merilis tentang masa depan dunia di tahun 2020 akan ada kebangkitan kembali kepemimpinan Islam yang mampu melawan dan menjadi tantangan peradaban barat. Krisis Gaza yang semakin memprihatinkan ini telah menjadikan lonceng kematian bagi peradaban barat. Sehingga mereka berusaha memadamkan terbitnya fajar Khilafah dengan cara menekan umat Islam tetap terbelenggu dalam kubangan sistem sistem kufur, yaitu hidup di bawah sekat nasionalisme yang memecah belah persatuan umat Islam.

Kekejian yang semakin mengganas terhadap Palestina adalah bukti bahwa Palestina butuh persatuan umat di bawah naungan Khilafah. Penegakan Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah meniscayakan terwujudnya persatuan umat. Khilafah akan memutuskan mata rantai yang memisahkan persatuannya dari satu tubuh, yaitu sekat nasionalisme. Inilah biang kerok yang telah menghancurkan umat Islam dari saudara sesama muslim.

Wallahu’alam bishawab.