FORUM MEDAN | Lomlom Suwondo bakal berhadapan dengan hukum. Tujuh organisasi bagian Al Jamiyatul Washliyah Sumatera Utara segera melaporkannya ke Markas Polda Sumatera Utara. Lomlom dinilai dengan sengaja melontarkan pernyataan provokatif yang dapat memicu kerusuhan dan permusuhan antar organisasi kemasyarakatan di Sumatera Utara.
Di hadapan puluhan ribu massa Al Jam’iyatul Washliyah yang menggelar unjukrasa damai terkait penyelamatan asset Al Washliyah di Petumbukan, Kecamatan Galang, Lomlom dengan menggunakan pengeras suara berulang kali menyatakan “Ini Adalah Kabupaten Nahdliyin”. “Ini adalah Kabupaten Nahdliyin. Kalau saudara-saudara kader Al Washliyah… Silahkan baca, ini adalah Kabupaten Nahdliyin. Kalau saudara-saudara bergerilya seperti ini, saudara bukan kader Al Washliyah, saudara provokasi,” teriak Lomlom, Senin (26/5/2025) kemarin.
Nahdliyin merupakan sebutan untuk anggota atau simpatisan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
“Pernyataan Lomlom itu berpotensi memecah belah umat dan menciptakan ketegangan antar organisasi kemasyarakatan di Sumatera Utara,” ucap Ketua Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara, Kamaludin Nazuli Siregar kepada wartawan, Selasa (27/5/2025).
Kamal pun menyesalkan Lomlom yang tidak arif menyikapi unjukrasa damai puluhan ribu warga Washliyah yang menuntut penyelamatan wakaf asset Al Washliyah di Desa Petumbukan, Galang. “Sikapnya tidak mencerminkan pemimpin, tetapi lebih seperti preman. Dia bukannya meredam emosi massa, tetapi malah makin memperkeruh suasana. Narasi yang disampaikannya di hadapan massa, sangat provokatif,” sebutnya.
Atas insiden ini, tujuh organisasi bagian Al Washliyah menyatakan akan segera melaporkan Wakil Bupati Deli Serdang ke Mapolda Sumatera Utara. Mereka mendesak Kapolda Sumut untuk segera mengambil langkah hukum dan menindak tegas tindakan Wakil Bupati yang dianggap tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin.
“Kami akan hadir secara beramai- ramai ke Mapolda Sumut untuk menyerahkan laporan resmi. Kami menuntut agar pihak kepolisian bertindak tegas terhadap upaya provokasi dan pemecah belah dari pejabat public itu. Dan kami juga berharap Bapak Kapolda Sumatera Utara langsung dapat menerima kahadiran kami di Mapolda Sumut, karena ini adalah hal urgent yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatera Utara” tegas Kamal selaku Koordinator Aksi.
Di waktu yang sama, Koordinator Lapangan Muhammad Amril Harahap menyampaikan bahwa potensi konflik semakin besar karena ulah Wakil Bupati Deli Serdang. “Puluhan ribu massa yang mengikuti aksi sengat mengecam narasi dan tindakan Wakil Bupati Deli Serdang. Apabila hal ini tidak ditindak tegas, maka kami memastikan tumpah ruah massa Al Washliyah akan kembali menggeruduk Kantor Bupati Deli Serdang dan Mapolda Sumatera Utara,” tegas Amril yang juga Ketua Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Sumatera Utara. (zas)







