FORUM TEBING TINGGI | Upaya pemberantasan peredaran narkoba di Kota Tebing Tinggi kembali menunjukkan hasil. Satuan Reserse Narkoba Polres Tebing Tinggi meringkus seorang pria muda yang diduga kuat menjadi pengedar sabu, dalam sebuah operasi di Jalan Gunung Martimbang, Lingkungan III, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan, Minggu lalu (5/10/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Pelaku berinisial A (23), warga Dusun I, Desa Pon, Kabupaten Serdang Bedagai, ditangkap tanpa perlawanan. Dari tangan tersangka, polisi menemukan barang bukti berupa satu plastik klip transparan berisi narkotika jenis sabu seberat 1,13 gram, sebuah kotak rokok tempat menyembunyikan sabu, serta uang tunai Rp100 ribu hasil transaksi.
Dalam keterangannya, Kasat Narkoba Polres Tebing Tinggi, Iptu Jimmy R. Sitorus, S.H., menjelaskan bahwa penangkapan itu berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas seorang pria tak dikenal yang kerap keluar masuk kawasan Lalang dan diduga menjajakan narkoba.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kanit I Satres Narkoba Ipda Hadi Priyono bersama tim opsnal segera diterjunkan ke lokasi. Setibanya di Jalan Gunung Martimbang, tim menemukan seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan, sesuai dengan ciri yang disampaikan warga. Tanpa membuang waktu, petugas langsung melakukan penangkapan.
“Begitu laporan kami terima, tim langsung bergerak cepat. Dari hasil penyelidikan di lapangan, kami mendapati pelaku sedang berada di lokasi. Saat digeledah, ditemukan sabu dan uang tunai hasil transaksi,” terang Ipda Hadi Priyono, Sabtu (18/10/2025).
Barang bukti sabu seberat 1,13 gram bersama uang tunai dan pelaku kini diamankan di Mapolres Tebing Tinggi untuk proses hukum lebih lanjut.
Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga sudah cukup lama menjalankan aktivitas peredaran sabu di wilayah Lalang dan sekitarnya. Saat ini penyidik tengah melakukan pengembangan guna menelusuri jaringan pemasok barang haram tersebut.
Penangkapan ini menambah panjang daftar Polres Tebing Tinggi dalam upaya membongkar jaringan peredaran narkoba di tingkat lokal. Namun di balik itu, fakta bahwa pengedar muda seperti A masih mudah bergerak di kawasan padat penduduk menjadi petunjuk khusus bahwa perang melawan narkoba masih jauh dari kata usai. ( Met )









