FORUM MEDAN | Tim vaksinator Badan Intelijen Negara (BIN) terus menggelar program door to door vaksin Covid-19. Kali ini giliran suami istri penyandang disabilitas menerima suntikan vaksin, Kamis (23/9/2021). Suami istri itu yakni Iwan Noveriyadi (51 tahun) dan Melia Suryana (49 tahun), warga Lingkungan II Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara.
Tim vaksinator yang datang dengan mobil keliling BIN tiba di rumah warga didampingi aparat pemerintah setempat. Kemudian petugas melakukan skrining disertai pengecekan kondisi kesehatan Iwan dan istrinya. Selanjutnya dilakukan suntikan vaksin.
Setelah divaksin, Iwan Noveriyadi, yang mengaku lumpuh karena polio sejak umur 2 tahun tampak menyatakan terimakasihnya dengan mata yang berkaca-kaca. “Terimakasih Pak Jokowi, kami sudah divaksin,” tuturnya.
Kedatangan tim vaksinator BIN ke rumah-rumah untuk memfasilitasi warga yang sulit mengakses vaksinasi terpusat. “Tim keliling door to door mendatangi warga yang kesulitan menjangkau lokasi vaksin, bisa karena disabilitas atau sepuh atau memiliki keterbatasan- keterbatasan lainnya,” ujar Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana.
Menurutnya, tim vaksinator BIN membawa 11 ribu dosis vaksin, yang 7.500 di antaranya diperuntukkan bagi pelajar dan masyarakat Kota Binjai. “Total vaksin yang kami bawa hari ini ada 11 ribu dosis. 7.500 untuk pelajar dan masyarakat Kota Binjai, sementara 3.500 lainnya untuk santri yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darularafah Raya di Kutalimbaru, Deli Serdang,” tuturnya.
Brigjen Asep mengharapkan percepatan vaksinasi dapat mewujudkan perlindungan kepada masyarakat dari Covid-19. “BIN akan melanjutkan program ini hingga 70% masyarakat di Sumut tervaksin, karena dengan adanya vaksinasi disertai sikap disiplin masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan, maka kita secepatnya dapat menang melawan pandemi covid-19 ini,” pungkasnya.
Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana kembali mengingatkan pentingnya protokol kesehatan yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobiltas di luar ruangan. (Zainul Arifin Siregar)







