FORUM MEDAN | Sistem data Dinas Kesehatan Kota Medan diduga tak online dengan data di Disdukcapil Kota Medan. Sehingga seorang siswa SMPN 38 Rifqi Pratama Batubara nomor induk kependudukannya dipakai orang lain untuk vaksin, Rabu (13/10/2021).
Diketahui karena 2 kali gagal divaksin tertanggal (16/9) dan (26/9) ketika ada kegiatan vaksinasi di SMPN 38 Marelan. Gagalnya Rifqi untuk vaksin dikarenakan saat diketik NIK-nya 1271121111080001 dari KK malah yang muncul adalah nama Patrick Yoslia Tua Sihotang.
Lalu orangtua Rifqi, bermarga Batubara mengambil inisiatif untuk vaksin kembali di Yayasan Budi Agung pada tanggal (9/10) Marelan. Disini Rifqi divaksin namun sertifikat vaksinnya tidak dapat dikeluarkan.
Menurut Batubara, sertifikat vaksin Rifqi dipergunakan sebagai syarat untuk mengikuti kejuaraan karate di Pulau Bintan kalau saja terpilih dari seleksi perguruan Gabdika Karate.
Sebelumnya Patrick Yoslia Tua Sihotang mempunyai NIK 2171121111080001 warga Jalan Sei Alas Medan Petisah pernah dihubungi melalui via telepon selular, namun orangtuanya tak memberikan respon baik. Dan no hape Patrick dengan digit 081265237577 kini tak bisa dihubungi lagi.
Diduga keadaan ini bisa membuat tak tumbuhnya kepercayaan warga terhadap vaksin, karena sistem data base vaksinasi tidak singkron sehingga terjadinya error data dan adanya data ganda.(man)








