DAERAH  

Lumira Organizer Menggelar Kegiatan Edukasi, Serukan Tema Kenali, Sayangi, Hargai Diri Sendiri

IMG 20260526 WA0097

FORUM MEDAN | Lumira Organizer, salah satu kelompok mata kuliah Event Organizer dari Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar kegiatan edukasi bertajuk Love Yourself, Speak Yourself di Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude), pada Sabtu (23/05/2026).

Sasude terletak di Gg. Kesatria, Sei Mati, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatra Utara. Sanggar ini sudah berdiri sejak tahun 2018 untuk memberikan edukasi kepada anak-anak sekitar. Pembelajaran yang diberikan beragam, mulai dari belajar pelajaran sekolah seperti matematika sampai belajar mengaji, menari, menyanyi, dan membaca puisi.

Melalui tema “Kenali, Sayangi, Hargai Diri Sendiri”, Lumira Organizer tergerak untuk memilih Sasude sebagai tempat melaksanakan kegiatan sosial yang edukatif dan interaktif kepada anak-anak yang berusia 8 hingga 10 tahun. Alasan pemilihan usia anak-anak tersebut adalah supaya mereka dapat menyerap materi edukasi yang diberikan secara merata.

IMG 20260526 WA0098

Tasya Hapsari, selaku project leader dari kegiatan ini menyampaikan bahwa sangat penting untuk membentuk pola pikir mengenai self-love sejak dini. Pengenalan edukasi ini yang menjadi pembelajaran agar mereka paham bagaimana cara mengenal dan menyayangi diri sendiri yang nantinya akan dibawa sampai mereka dewasa.

“Kalau orang dewasa mungkin sudah lebih matang dan sulit diubah pola pikirnya. Sedangkan, anak-anak masih bisa dibentuk sejak dini. Jadi, kami ingin mengenalkan edukasi self-love supaya nanti saat mereka dewasa, mereka sudah lebih paham bagaimana menyayangi diri sendiri dan mengenal diri sendiri,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut diawali dengan menampilkan unjuk bakat dari anak-anak di Sasude sebagai bentuk apresiasi. Materi edukasi sendiri disampaikan melalui metode mendongeng (storytelling) agar lebih mudah dipahami anak-anak. Pemberian materi edukasi pun disambut dengan baik oleh anak-anak karena sifatnya yang interaktif dan menggunakan alat peraga. Selain itu, diadakan juga sesi kreatif di mana para peserta dapat melukis di media kotak pensil dan berkreasi sebebasnya.

Uci Anggreni Sitanggang yang merupakan mahasiswa USU, menjadi salah satu peserta eksternal di acara tersebut, mengakui bahwa sesi storytelling adalah aktivitas yang paling berkesan baginya. “Aku paling suka tadi waktu sesi storytelling atau semacam dongeng gitu. Anak-anaknya kelihatan senang dengerin ceritanya, apalagi ada alat peraga, seperti burung dan kerbau. Jadi, semakin seru dan senang banget,” ungkapnya.

IMG 20260526 WA0096

Tasya juga menambahkan harapannya agar acara ini dapat melekat di hati para peserta anak-anak maupun peserta eksternal mahasiswa, sehingga mereka dapat terus menerima dan menghargai diri sendiri.

“Harapannya, semoga acara ini tidak hanya untuk seru-seruan saja, tetapi juga melekat di hati anak-anak dan peserta lainnya yang hadir untuk terus menerima dan menghargai diri sendiri,” tutupnya. (rel)