FORUM MEDAN | Dinas Pendidikan Kota Medan menargetkan 5000 siswa setiap hari menerima vaksinasi. Sejauh ini, capaian vaksinasi untuk pelajar diperkirakan sudah mencapai 80 persen.
“Sejauh ini tingkat vaksinasi seharusnya sudah 80 persen karena beberapa minggu lalu itu sudah mencapai 50 persen,” tutur Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Topan Obaja Ginting (foto-red), Rabu (20/10/2021).
Dinas Pendidikan Kota Medan bersama Dinas Kesehatan akan terus menggelar vaksinasi mengingat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas sudah berjalan kurang lebih selama satu minggu. Saat ini target vaksinasi pelajar per harinya 5000 siswa yang divaksin. “Saat ini juga berbagai pihak instansi melakukan vaksinasi untuk pelajar misalnya dari BINDA dan berbagai instansi lainnya sehingga menurut saya target 5000 sehari itu tercapai,” tutur Topan.
Meski begitu, Topan mengakui masih banyak kendala pelajar yang belum bisa melakukan vaksinasi. “Masih banyak sebenarnya seperti misalnya masalah NIK yang tidak online, yang bersangkutan tidak ada di tempat vaksinasi dan bahkan masih ada beberapa orangtua yang belum mengizinkan anaknya untuk vaksinasi,” ucapnya.
Menurut Topan, pihaknya tetap melakukan pemahaman dan sosialisasi terkait pentingnya vaksin untuk keberlangsungan PTMT di sekolah. “Tapi kita tidak henti-hentinya menghimbau dan mensosialisasikan kepada siswa ataupun wali murid yang belum mengizinkan anaknya untuk vaksin bahwa vaksin tidak berbahaya dan hal lain sebagainya,” paparnya.

Sekda Kota Medan Ir Wirya Alrahman MSi
Topan berharap agar siswa yang telah melakukan PTMT untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar pembelajaran tatap muka bisa terus berjalan. “Kepada anak-anak kami siswa siswi di Kota Medan bagi yang sudah melaksanakan PTMT mari kita laksanakan sebaik-baiknya kita ikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Kita ikuti SOP yang telah diterapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Medan,” tukasnya.
Ia berpesan kepada seluruh siswa agar membiasakan diri mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. “Yang sudah atau pun belum divaksin, harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya.
Sebelumnya, Pemko Medan menerima vaksin Pfizer sebanyak 112 ribu dosis. Vaksin ini diprioritaskan untuk lansia berusia di atas 60 tahun dan pelajar usia 12 hingga 17 tahun yang mengikuti sekolah tatap muka.
“Saat ini, Medan telah mendapat 112 ribu vaksin Pfizer. Vaksinasi diprioritaskan untuk lansia juga anak usia 12 sampai 18 tahun untuk mendukung Pembelajaran Tatap Muka,” ujar Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman.
Untuk itu, Wiriya meminta pimpinan OPD memberikan pendampingan yang maksimal kepada camat-camat dan juga membuat laporan pendampingan. “Untuk program vaksinasi, camat dan kepala puskesmas diharapkan dapat mempercepat program vaksinasi. Banyak cara yang bisa dilakukan agar penyaluran vaksinasi terus meningkat progresnya,” katanya.
Wiriya juga berharap pelaksanaan vaksinasi untuk lansia dapat dilakukan secara door to door. Hal ini untuk mengurangi akses yang sulit dan resiko yang bisa didapatkan saat Lansia harus mengantre di lokasi vaksinasi. “Kalau untuk lansia, bisa dilakukan vaksinasi door to door, supaya bisa bertambah capaian vaksinasi kita,” katanya. (Zainul Arifin Siregar)







