Jarum jam masih menunjukkan pukul 06.40 WIB. Suasana jalan raya masih lengang. Kendaraan juga masih satu dua melintas. Jalanan yang sepi mendorong adrenalin Rachmadhania Dalimunthe memacu sepedamotornya dengan kecepatan tinggi. Ibu paruh baya ini mengejar pendaftaran vaksinasi Covid-19 dosis dua di gedung Kito Convention Hall, Jalan Dahlan Tanjung, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (22/10/2021).
Gerimis kecil tak membuat ibu beranak tiga itu mengurangi kecepatan kendaraannya. Ia tak peduli meski jalanan licin tersiram rintik hujan. Tak heran kalau ia hanya membutuhkan waktu 20 menit melaju dari kediamannya di Gang Benteng Jalan Tirta Deli Desa Tanjung Morawa-A menuju gedung Kito Convention Hall. “Alhamdulillah sampai,” ucapnya.
Awalnya, Rachma merasa sebagai orang yang paling cepat sampai di lokasi. Ia sempat yakin kalau dia menjadi orang pertama yang mendaftar untuk divaksin dosis dua. Namun, setiba di gedung Kito, ternyata warga sudah ramai mengitari meja panitia pendaftaran ulang vaksinasi. Beberapa panitia mengatur barisan warga untuk antrean dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Saya dapat antrean yang ke 16,” tuturnya.

Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar meninjau vaksinasi di Kito Convention Hall Tanjung Morawa
Menurut Rachma, banyak manfaat dari vaksin. Selain akan mudah untuk berurusan administrasi di pemerintahan, juga dapat membentengi diri dari berbagai macam jenis penyakit. Terlebih lagi, di era pandemi Covid saat ini. “Kita harus menjaga daya tahan tubuh agar tidak terserang berbagai macam penyakit berbahaya. Tentu dengan cara vaksin,” katanya.
Vaksinasi memang bertujuan untuk mencegah terjadinya bahaya penyakit Covid-19. Vaksinasi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tidak menjadi penyakit. “Yang perlu dipahami adalah bahwa vaksinasi itu untuk membantu melindungi tubuh dari serangan virus corona dan menurunkan resiko munculnya gejala penyakit dan infeksi dari virus ini. Vaksin akan mengurangi resiko akibat Covid-19,” ujarnya.
Rachma mengaku acap membaca informasi terkait Covid-19. Pasca maraknya vaksinasi, menurut dia, sudah jarang terdengar kematian warga akibat virus itu. “Sudah mulai normal. Yang saya membaca di media massa, angka kematian akibat corona sudah jauh menurun,” tukasnya.
Meski begitu, Rachma tetap mengingatkan warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Caranya yakni dengan membiasakan diri menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan secara rutin dengan sabun atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas. “Meski level PPKM sudah jauh menurun, kita jangan lengah. Kita harus tetap waspada. Harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya.

Tim medis melakukan vaksinasi kepada warga di Kito Convention Hall
Di Kito Convention Hall terlihat antusias ribuan warga untuk mendapatkan vaksin. Perangkat desa dibantu aparat kepolisian dan personel TNI, mengarahkan warga untuk antre dengan mematuhi protokol kesehatan. Vaksinasi ini digelar sebagai lanjutan dari vaksinasi dosis satu yang dilaksanakan di lokasi yang sama sekitar sebulan lalu.
Vaksin ini merupakan program nasional yang dilaksanakan Pemkab Deliserdang di seluruh Puskesmas se-Deliserdang kepada seluruh masyarakat. Pihak pengusaha memfasilitasi gedung Kito Convention Hall sebagai tempat kegiatan vaksinasi massal agar tidak terjadi kerumunan. “Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan vaksin. Karena kita tidak pernah tahu sampai kapan pandemi ini berakhir,” sebut Wakil Bupati Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di gedung Kito Convention Hall, beberapa waktu lalu.
HM Ali Yusuf Siregar menghimbau warga untuk menjaga dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes). “Mudah-mudahan, setelah di vaksin tubuh kita mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut. Dengan begitu, risiko bapak dan ibu untuk terinfeksi virus ini akan jauh lebih kecil. Kalaupun seseorang yang sudah divaksin tertular Covid-19, vaksin bisa mencegah terjadinya gejala tersebut. Dengan begitu, jumlah orang yang sakit atau meninggal karena wabah penyakit ini akan menurun,” paparnya seraya menyebut vaksin dilakukan untuk kepentingan bersama.

Kaum wanita menunggu antrian untuk divaksinasi
Untuk percepatan vaksinasi, sebut HM Ali Yusuf Siregar, Pemkab Deliserdang telah mempersiapkan 34 Puskesmas di 22 kecamatan sebagai tempat vaksinasi. Masyarakat diminta datang ke Puskesmas untuk divaksin. “Jangan takut untuk divaksin. Sampaikan kepada keluarga agar mengikuti program vaksin ini. Bila tidak sempat mengikuti program vaksin massal, Pemkab masih menyediakan vaksin untuk masyarakat, setiap saat di 34 Puskesmas dan fasilitas pelayanan masyarakat yang dimiliki Pemkab Deliserdang,” tukasnya.
Vaksinasi juga gencar dilakukan di Medan. Bukan hanya Pemko Medan, pihak kepolisian sector juga melakukan vaksinasi, seperti Polsek Medan Timur. “Ada dua lokasi. Vaksinasi dilaksanakan di Jalan Flores dan di RS Imelda Jalan Bilal,” tutur Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin.
Polsek Medan Timur menggelontorkan 800 dosis vaksin tahap dua. Kegiatan vaksinasi dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk membentuk herd immunity bagi masyarakat. “Program vaksinasi ini dilakukan agar masyarakat dapat tervaksinasi secara luas, sehingga pada akhirnya dapat terpenuhi Herd immunity itu,” sebut dia saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Jalan Flores Medan Timur, Kamis (21/10/2021) kemarin.

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin meninjau vaksinasi yang digelar di Jalan Flores Medan Timur.
Hal senada juga disampaikan Walikota Medan Bobby Afif Nasution. Suami Kahiyang Ayu ini pun mengapresiasi vaksinasi dan bhakti sosial yang digelar AKABRI 1999 dalam upaya menangani Covid-19. Ia berharap kegiatan vaksinasi ini dapat kembali menurunkan status PPKM di Kota Medan menjadi level satu.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada AKABRI 1999 yang telah menggelar vaksinasi ini. Apalagi pesertanya termasuk lansia dan pelajar. Tentunya, kegiatan ini sangat membantu kami untuk mencapai target vaksinasi agar bisa masuk PPKM level 1,” kata Bobby Nasution saat menghadiri Vaksinasi dan Bhakti Sosial AKABRI 1999 di Lapangan Benteng Medan, Rabu (20/10/2021).
Menurut Bobby Nasution, Pemko Medan terus berupaya agar Kota Medan dapat mencapai PPKM Level 1. Untuk mewujudkannya, harus meningkatkan vaksinasi, khususnya tingkat lansia. Kota Medan saat ini masih kekurangan 30% dari target yang telah ditetapkan. Guna mencapai target vaksinasi untuk lansia, Pemko Medan akan terus mengejar melalui door to door.
“Kita harapkan apabila Kota Medan masuk PPKM Level 1, sehingga cepat mengembalikan atau mendongkrak perekonomian, khusus di Kota Medan dan membantu perekonomian di Sumut. Di samping itu akan membawa kita untuk menjalani kehidupan new normal dengan mematuhi protokol kesehatan yang sangat ketat,” paparnya.
Selanjutnya atas nama Pemko Medan Bobby Nasution mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dukungan penuh semua pihak, terutama seluruh jajaran TNI dan Polri yang terus membantu Pemko Medan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Berkat kerja keras tersebut status Kota Medan dapat turun dari PPKM Level 4 turun menjadi PPKM level 2.

Walikota Medan Bobby Afif Nasution saat kegiatan vaksinasi yang digelar AKABRI 1999 di Lapangan Benteng Medan
“Atas nama Pemko Medan, izinkan saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur TNI dan Polri, baik itu yang bertugas di Sumut dan Kota Medan, terkhusus kepada Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanuddin dan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra serta seluruh unsur Forkompinda Kota Medan atas keberhasilan kita semua sehingga membawa Kota Medan masuk ke PPKM Level 2,” tutur Bobby Nasution.
Sementara itu Dandim 0201/Medan Kol Inf Agus Setiandar yang merupakan AKABRI angkatan 1999 menjelaskan, kegiatan ini merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan yang telah dilakukan AKABRI 1999 yang dilakukan di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Sumut, khususnya Kota Medan. “Kita telah melakukan vaksin terhadap masyarakat baik itu lansia maupun masyarakat umum, termasuk mahasiswa dan pelajar. Jumlah yang divaksin untuk masyarakat umum dan lansia sebanyak 500 orang serta pelajar dan mahasiswa sebanyak 1.500 orang. Selain itu kita juga menggelar Bhakti Sosial dengan membagikan 500 paket sembako untuk masyarakat kurang mampu,” jelas Dandim 0201/Medan.

Tim medis melakukan vaksinasi di kegiatan yang digelar BIN Daerah Sumatera Utara
Sebelum kegiatan ini, jelas Dandim, AKABRI Angkatan 99 juga sudah melakukan vaksinasi kepada 2.301 orang yang dilakukan di Kecamatan Batang Kuis dani Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Selain itu AKABRI angkatan 1999 juga telah mendistribusikan 1.301 paket sembako. “Total hari ini, vaksinasi yang dilakukan oleh AKABRI angkatan 99 sebanyak 4.301 orang dan paket sembako didistribusikan sebanyak 1.801 orang,” paparnya.
Untuk percepatan herd immunity, vaksinasi digelar di mana-mana. Bukan hanya pemerintah, TNI atau pun Polri yang menggelar serbuan vaksin, tapi juga berbagai organisasi kemasyarakatan. Bahkan Badan Intelijen Negara (BIN) turut ambil peran dalam percepatan program vaksinasi tersebut. (Zainul Arifin Siregar)







