Pencaksilat Sumut Gagal, Hj Dahliana tak Gunakan Pendekatan Sport Science

IMG 20211027 WA0155


FORUM MEDAN | Cabor pencak silat Sumut, akhirnya gagal menyumbangkan medali emas pada PON XX Papua 2021. Hal ini jelas membuat para pendekar daerah ini kecewa.

Hal itu dibuktikan dari gagalnya cabor pencak silat daerah ini diajang multievent tersebut, dimana pesilat Sumut hanya mampu meraih tiga medali perunggu, sehingga raihan ini lebih buruk dari PON XIX Jabar tahun 2016 lalu, dimana pesilat Sumut mendapat empat medali perunggu.

Seharusnya menjadi pelajaran khusus bagi IPSI Sumut dengan meraih empat perunggu di PON XVX Jabar agar bisa ditingkatkan lagi meraih prestasi maksimal.

Dan dengan buruknya prestasi pesilat Sumut tersebut, langsung saja membuat para pendekar di daerah ini angkat bicara.

Seperti mantan pelatih silat PPLP Sumut, Suprapto saat ditemui di Medan kemarin, menyebutkan ketua umum IPSI Sumut, Hj Dahliana harus bertanggung jawab atas kegagalan tersebut. Sebab dinilai sesuka hati dalam menetapkan pelatih.

“Apakah hj Dahliana tak belajar dari raihan PON Jabar, tapi ini malah terkesan seperti tak berdosa. Seharusnya saat meraih kegagalan tim pencak silat Sumut di PON ke 20 Papua hendaknya menjadi cermin,” kata Supapro kesal.

Dikatakan, seharusnya kepengurusan Pengprov IPSI Sumut dalam penentuan tim pelatih dan persiapan tim sudah memakai pendekatan sport science, bukan lagi berdasarkan suka atau tidak suka dan hanya karena kedekakatan sosial saja.

Di zaman sekarang ini sudah seharusnya dukungan keilmuan olahraga dalam hal analisis baik secara fisik, taktik strategi serta mental menjadi faktor utama yang harus di perhatikan tim pelatih.

“Kedepannya ya IPSI Sumatera Utara, harus terbuka dalam pemilihan atlet baik dari tingkat kabupaten sampai ke tinggkat provinsi,” ucapnya lagi serius.

Dari kejadian ini tambah Suprapto, sudah pasti semua keluarga besar pencak silat daerah ini akibat arogan Dahliana.

Seharusnya diadakan kejuaraan berjenjang mulai dari tingkat pelajar, perguruan tinggi dan kejuaraan tinggkat daerah agar nantinya melahirkan pesilat-pesilat handal yang dapat mengharumkan nama daerah dipentas nasional.

“Kedepan juga hendaknya sudah menggunakan pendekatan sport science (keilmuan olahraga) supaya apa yang ditargetkan pada PON ke 21 Aceh – Sumut kita bisa berjaya di rumah kita sendiri,” pungkasnya mengakhiri. (kesuma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *