FORUM TEBING TINGGI | Penggunaan Dana Kelurahan (Dankel) di Kota Tebing Tinggi mulai mendapat perhatian. Wakil Ketua DPRD Kota Tebing Tinggi, H. Muhammad Ikhwan, SH., MH., melakukan peninjauan tidak resmi ke sejumlah kelurahan untuk melihat langsung hasil pekerjaan swakelola yang dilaksanakan Kelompok Masyarakat (Pokmas).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi riil pembangunan yang bersumber dari Dana Kelurahan, sekaligus memastikan anggaran yang dikucurkan pemerintah benar-benar menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari peninjauan di lapangan, salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian terdapat di Kelurahan Mandailing, berupa pengecoran jalan lingkungan. Secara visual, pekerjaan tersebut diduga memiliki kualitas yang kurang baik, termasuk dugaan penggunaan campuran material yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis pekerjaan.
Kondisi itu tentu menjadi perhatian, mengingat pekerjaan tersebut menggunakan uang negara. Kualitas hasil pembangunan semestinya menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pelaksanaan Dana Kelurahan, bukan semata-mata kegiatan dianggap selesai setelah pekerjaan secara fisik dilaksanakan.
Muhammad Ikhwan menegaskan, peninjauan yang dilakukannya bukan merupakan pemeriksaan resmi, melainkan bagian dari fungsi pengawasan sebagai anggota DPRD dengan melihat langsung kondisi pembangunan yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat.

“Saya turun bukan untuk mencari kesalahan, tetapi ingin melihat langsung bagaimana uang rakyat itu digunakan. Kalau memang ada pekerjaan yang diduga tidak sesuai kualitas, tentu harus menjadi perhatian dan diklarifikasi. Jangan sampai anggaran sudah dikeluarkan, tetapi masyarakat justru mendapatkan pekerjaan yang cepat rusak,” ujar Muhammad Ikhwan.
Di Kota Tebing Tinggi, Dana Kelurahan yang digelontorkan pemerintah mencapai sekitar Rp.7 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 35 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan, sehingga pengelolaannya membutuhkan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan yang serius.
Dana Kelurahan sendiri pada prinsipnya merupakan instrumen anggaran pemerintah untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana serta pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan. Kehadiran anggaran ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang bersifat langsung dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke lingkungan permukiman.
Namun, status sebagai kegiatan swakelola tidak berarti pekerjaan boleh dilakukan tanpa memperhatikan standar teknis. Pokmas sebagai pelaksana tetap harus bekerja berdasarkan perencanaan dan ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk terkait volume pekerjaan, spesifikasi material dan kualitas hasil pembangunan.
Karena itu, masyarakat juga memiliki ruang untuk ikut mengawasi. Warga dapat mempertanyakan kegiatan yang dilaksanakan di lingkungannya, mulai dari jenis pekerjaan, lokasi, penggunaan anggaran hingga kualitas hasil pembangunan. Pengawasan publik menjadi penting agar Dana Kelurahan tidak berhenti sebatas laporan administrasi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Dana Kelurahan itu uang masyarakat yang dikembalikan dalam bentuk pembangunan. Karena itu jangan hanya mengejar pekerjaan selesai, tetapi kualitasnya juga harus diperhatikan. Pokmas, kelurahan dan pihak terkait harus sama-sama bertanggung jawab agar hasil pembangunan bisa bertahan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Temuan di Kelurahan Mandailing Kecamatan Tebing Tinggi kota tersebut tentunya masih memerlukan klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dokumen pekerjaan maupun spesifikasi teknis yang digunakan. Jika kemudian terbukti terdapat ketidaksesuaian, pihak yang bertanggung jawab harus melakukan perbaikan sesuai ketentuan.
Pada akhirnya, Rp.7 miliar Dana Kelurahan yang dikucurkan untuk 35 kelurahan bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Di baliknya terdapat uang rakyat dan harapan masyarakat agar pembangunan benar-benar berkualitas. Pengawasan dari DPRD, pemerintah maupun masyarakat menjadi penting untuk memastikan setiap rupiah Dana Kelurahan menghasilkan manfaat, bukan sekadar menghabiskan anggaran. ( Met )







