FORUM MEDAN – Isu ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan gizi keluarga menjadi fokus utama dalam Seminar Provinsi bertema “Pertanian Berkelanjutan dan Gizi Keluarga” yang diselenggarakan di Rahmat Wildlife and Gallery, Medan, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 189 peserta yang terdiri dari mahasiswa pertanian, akademisi, penyuluh, serta perwakilan berbagai lembaga dan perusahaan mitra.
Acara dihadiri perwakilan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian, antara lain Tun H. Dr. Rahmat Shah sebagai Ketua Yayasan Rahmat Indonesia, Budi Hanafi yang mewakili Direktorat Pestisida Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Marie Goh Chooi Fong dari CropLife Asia, Agung Kurniawan dari CropLife Indonesia, serta Sulaiman Ginting dari HarvestPlus Solutions menyampaikan bahwa seminar ini sangat kompeten diikuti oleh para mahasiswa, dimana mereka merupakan generasi masa depan yang mempertahankan swa sembada pangan dan peran daripada mekanisasi pertanian ke depan adalah menjadi kewajiban untuk dimiliki.

Seminar juga melibatkan perwakilan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Provinsi Sumatera Utara dan Kepala BBRMP Padi yang berpartisipasi secara daring.
Dalam sambutan pembukaan, Tun H. Dr. Rahmat Shah memberikan motivasi kepada para mahasiswa sebagai generasi penerus yang memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi pertanian. Ia menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat Indonesia.
Seminar menghadirkan empat narasumber dari BBRMP Padi, CropLife Indonesia, serta HarvestPlus Solutions. Para pembicara membahas berbagai tantangan sektor pertanian, khususnya dampak perubahan iklim global yang menyebabkan pola cuaca dan curah hujan semakin tidak menentu, sehingga berpengaruh terhadap produktivitas pertanian, terutama komoditas padi.
Selain membahas isu ketahanan pangan dan gizi, kegiatan ini juga menjadi ajang pengenalan program pembelajaran daring atau e-learning course yang dapat diakses oleh mahasiswa, penyuluh, akademisi, maupun masyarakat umum untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi di bidang pertanian dan gizi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para mahasiswa dari 10 universitas negeri dan swasta di Kota Medan, Universitas Asahan, Polbangtan Medan, serta Poltekkes Mitra Husada aktif mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.
Interaksi yang dinamis tersebut menjadikan sesi diskusi berlangsung komunikatif dan produktif.
Melalui seminar ini, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya penerapan pertanian berkelanjutan sebagai salah satu upaya menghadapi tantangan perubahan iklim, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi keluarga di Indonesia. (red)







