Ternyata KONI Sumut Belum Laporkan Hasil PON ke DPRD

IMG 20211109 WA0122


FORUM MEDAN | Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting mengatakan, kalau KONI provinsi ini belum memberi laporan pertanggungjawaban tentang hasil PON Papua 2021 ke legislatif, termasuk soal pemberian tali asih kepada atlet peraih medali.

Terkait hal itu, kata Baskami pihaknya belum bisa berspekulasi terlalu jauh tentang kesiapan Sumut sebagai tuan rumah bersama Aceh pada PON 2024 mendatang.

“Kita masih menunggu laporan pertanggungawaban dari KONI Sumut tentang PON kemarin termasuk soal berapa besar tali asih untuk atlet peraih medali, apalagi saat ini juga masih berlangsung Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Papua. Mungkin laporannya bersamaan nanti,” kata Baskami menjawab wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/11/2021).

Pada laporan nanti, tambah Politisi PDIP ini, DPRD juga akan mempertanyakan kegagalan Sumut masuk 10 besar klasemen perolehan medali PON Papua 2021 yang baru usai kemarin.

“Semuanya akan dievaluasi, biar diketahui apa yang menjadi kendala dan bagaimana solusinya kedepan,” sebut Baskami.

Sementara Baskami juga memberi apresiasi positif terkait gencarnya kritik dari masyarakat terhadap kinerja KONI Sumut.

“Kritik itu juga bagian dari motivasi untuk menuju perbaikan. Semua memberi perhatian itu bagus, yang nggak bagus itu justru kalau pada diam saja,” tambahnya serius.

Sebelumnya KONI Sumut di bawah kepemimpinan Jhon Lubis dalam dalam bulan ini telaj diterpa kritik tajam, karena dianggap gagal menorehkan prestasi terbaik pada PON 2021 di Papua.

Namun, keterpurukan itu justru dibantah oleh Wakil Ketua I KONI Sumut, Prof. Dr. Agung Sunarno, M.Pd.

Profesor bidang Pendidikan Keolahragaan tersebut mengatakan, meski hanya bertengger diposisi 13 klassemen dengan raihan 10 emas, 22 perak dan 23 perunggu di PON 2021 Papua, prestasi kontingen Sumut sebenarnya tidak terlalu mengecewakan, sebab di arena itu justru muncul kejutan dari sejumlah atlet lapis dua yang berhasil meraih perak.

Selain itu pada PON 2021 di Papua, Sumut hanya mengikuti 37 cabang olahraga dan 40 atlet tidak bisa diikutsertakan.

Sementara pada PON sebelumnya di Bandung–Jawa Barat, Sumut berperan di 47 cabor dengan perolehan 16 emas, 17 perak, 33 perunggu dan berada di posisi 9.

“Jelas kendala utama sudah pasti diakibatkan pandemi Covid-19, sehingga Pelatda PON ketika juga sedikit terganggu,” katanya mengakhiri. (kesuma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *