Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Terus Bekerja Keras Turunkan Angka Stunting

Stunting

FORUM LHOKSEUMAWE | Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Kesehatan menaruh perhatian khusus menurunkan angka stunting atau kekerdilan pada balita, dan akan terus bekerja keras menurun angka kekerdilan tersebut dengan meningkatkan kesehatan ibu hamil dan bayi baru lahir. Kesehatan bagi anak balita periode 1.000 hari setelah kelahiran.

“Sampai saat ini kami mencatat 21.618 balita atau 5,9 persen dari 21.618 balita di Lhokseumawe alami kekerdilan. Kami berupaya meningkatkan pencegahannya,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Asnawi, baru-baru ini kepada media.

“Penanganan kekederlian atau stunting ini juga melibatkan semua satuan kerja perangkat daerah serta semua pihak terkait lainnya.Dengan program-program tersebut diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten Aceh Utara,” kata Asnawi.

Aksi dan strategi penanganan untuk menurunkan angka kekerdilan, menurut Asnawi terus dilakukan pihaknya di antaranya pembinaan sumber daya manusia dan sistem manajemen data. “Kami juga rutin menyosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya penanganan stunting, sehingga dengan begitu angka kekerdilan dapat diturunkan,” kata Asnawi

Sebagaimana diketahui sebanyak 1.276 dari 21.618 balita di Lhokseumawe, Aceh mengalami kekerdilan atau stunting. Angka tersebut masih mungkin bertambah jika jumlah sasaran atau 21.618 balita diperiksa semuanya.

“Balita yang sudah diperiksa sebanyak 13.979 orang atau 64,66 persen. Pandemi Covid-19 menjadi penyebab banyak balita yang belum diperiksa,” pungkas Asnawi. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *