Pemimpin Sekte Tahta Suci Kerajaan Tuhan Lia Eden Meninggal Dunia

Lia Eden

FORUMKEADILANSUMUT.COM | Pemimpin Sekte Tahta Suci Kerajaan Tuhan, Lia Aminudin atau dikenal dengan Lia Eden meninggal dunia pada Jumat (9/4). Kabar Lia Eden meninggal baru diumumkan oleh Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk) melalui akun media sosial mereka pada Minggu (11/4/2021).

“Selamat jalan, Lia Eden. Beristirahatlah dalam kemenangan yang maha damai. Estafet perjuanganmu berlanjut senantiasa: urusan setiap warga dengan Tuhannya tidak bisa dibatasi dan dikurangi oleh negara, apalagi di penjara,” demikian keterangan akun Instagram Kabar Sejuk, Minggu (11/4/2021).

Belum diketahui penyebab Lia Eden meninggal dunia. Pada akun Instagram Kabarsejuk tertulis Lia bersama komunitas Salamullahnya merupakan simbol perjuangan kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia.

“Paduka Bunda Lia Eden, demikian para pengikutnya menyapa, bersama komunitas Salamullahnya adalah simbol perjuangan kebebasan beragama dan berkeyakinan,” ujarnya.

Menurut Kabar Sejuk pada masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Lia Eden telah dipenjara dua kali yakni pada tahun 2006 dan 2008 dengan pasal penodaan agama.

Pada 2005 Indonesia pernah digegerkan oleh kemunculan Lia Eden yang mengaku mendapatkan wahyu dari Jibril. Ia pun mendapatkan sejumlah pengikut lewat Tahta Suci Kerajaan Tuhan.

Lia Eden pernah dijerat hukuman penjara selama 2,5 tahun atas tuduhan penodaan agama, dan bebas pada 15 April 2011.

Ketika Lia bebas, ia mengaku tidak kapok dipenjara dan akan terus menyiarkan keyakinannya dengan mendamaikan semua agama. “Lia Eden (Lia Aminudin) yang sejak 1995 meyakini terus menerima bimbingan malaikat Jibril telah meninggal,” demikian keterangan di akun Facebook Sejuk.

Lia Eden merupakan pemimpin ajaran Tahta Suci Kerajaan Tuhan sempat dijatuhi hukuman penjara 2 tahun 6 bulan pada 2 Juni 2009. Ia dihukum atas tuduhan penistaan dan penodaan agama.

Dalam berkas putusannya, Subachran menyatakan Lia terbukti melakukan penistaan agama akibat empat risalah yang ia sebarkan pada berbagai institusi, termasuk Presiden RI, tanggal 23 November hingga Desember 2008.

Pernyataan yang menyerukan penghapusan seluruh agama itu dinilai menyinggung perasaan dan keyakinan para pemeluk agama lainnya serta menyebarkan rasa permusuhan.

Selain itu, perbuatan yang dilakukan Lia juga diikuti oleh para pengikutnya secara massal. Hal yang memberatkan lainnya ialah bahwa perbuatan Lia mengancam kerukunan umat beragama, pernah dihukum, serta tak menyesali perbuatannya. Selain Lia, Wahyu Andito Putro Wibisono, tangan kanannya, dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

Usulkan Ahok Jadi Presiden

Pada 2015 silam, MGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada saat itu mendapat kiriman surat dari Lia Eden, perempuan yang mengaku sebagai Malaikat Jibril Ruhul Kudus.

Surat itu diserahkan langsung ke Kantor Gubernur DKI oleh pengikut Lia Eden pada Senin, 25 Mei 2015.

Dalam surat tersebut, Lia Eden menuliskan kalau ia diminta Tuhan untuk mengusulkan Ahok (sapaan Basuki) sebagai Presiden RI. Ahok disebut sebagai pemimpin tegas dan cerdas yang dapat membawa Indonesia keluar dari “keterkutukannya.”

Lebih jauh, Lia Eden bahkan menyebut Ahok sebagai reinkarnasi dari Hanoman dan Sun Go Kong, kera sakti yang bisa menyelamatkan dunia dari kejahatan.

Selain ke Ahok, Lia Eden juga mengirim surat pada media massa untuk mengingatkan Presiden Jokowi. Dalam suratnya, ia menuliskan bahwa Jakarta akan mengalami guncangan gempa hebat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *