HUKUM  

Diharap Kepolisian Bersikap Serius, Peredaran Narkoba di Medan Deli pada Level Mengerikan

1 1

FORUM MEDAN | Kalau tidak ditangani dengan tegas peredaran narkotika di kawasan Medan Deli bakal menjerumuskan serta banyak memakan korban terkhusus para anak pelajar.

“Di Medan Deli mencari sabu-sabu udah macam kacang goreng membelinya. Kita berharap pihak Polsek Medan Labuhan harus bersikap serius dalam menangani peredaran narkoba. Karena kalau tidak ada tindakan tegas, bakal banyak korban yang jatuh,” jelas Muhammad Suzali SH Ketua AMPUH (Aliansi Masyarakat Peduli Hukum) kepada wartawan (7/9/2021).

Saat ini, lanjut Suzali, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba telah pada level yang menakutkan dan pihak Kepolisian harus segera menangani secara intensif. Karena permasalahan berujung pada persoalan kemanusiaan, dan membawa dampak kerusakan multi-dimensional.

“Dampak dari penyalahgunaan narkoba berimbas pada maraknya angka kriminalitas. Sehingga bukan saja masalah sosial di masyarakat umum yang muncul, namun persoalan medis yang mengarah kepada penyakit kejiwaaan,” ungkap M Suzali SH.

Lebih lanjut, di Kecamatan Medan Deli peredaran narkotika dan penyalahgunaan narkoba semakin menjadi-jadi. Dan Medan Deli sudah dikategorikan darurat narkoba,” ucap M Suzali SH yang juga aktivis Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) di Medan.

“Harapan saya Kapolsek Labuhan Pak Edy Safari harus menindaklanjuti. Bila perlu kirim anggota untuk melakukan penyisiran di kawasan yang dianggap basis peredaran sabu,” tegas M Suzali SH

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi peredaran gelap narkoba harus digalakkan secara bersama-sama antara institusi negara dengan seluruh masyarakat Indonesia.

“Artinya harus ada kesadaran setiap masyarakat untuk memerangi peredaran gelap narkoba demi terciptanya bangsa Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” M Suzali SH menandaskan.

Penelusuran awak media, kawasan yang dianggap rawan terhadap penjualan narkotika adalah Kelurahan Mabar, mulai dari perbatasan KIM dengan pemukiman warga. Rata-rata lokasi disana penjualan sabu sudah terang-terangan.

Kawasan Kel.Tanjung Mulia bantaran sungai, Kampung Petot Tanjung Mulia, Gang Turi depan kantor Jasa Marga Tanjung Mulia Hilir, di kawasan ini, tiap malamnya transaksi sabu dengan pembeli bisa dilihat langsung dari jalan.

Mungkin karena sangking takutnya banyak oknum petugas dari Polsek lain yang sengaja hanya menunggu pemakai sabu yang keluar dari setiap gang yang berada di Gang Turi untuk diamankan.

Tempat lain, walau beberapa kali digrebek, disebut-sebut bede sabu yang berada di belakang pajak pekan Mabar Hilir masih tetap eksis saja. Bahkan katanya bede tersebut memelihara 2 kurir penjaja sabu. (man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *