DAERAH  

Sama-Sama Terluka karena Banjir, Ketulusan Wali Kota Medan Luluhkan Hati Bupati Aceh Tamiang

img 20260709 wa0072 1783595264

FORUM MEDAN | Hubungan antar daerah bukan sekadar urusan birokrasi dan administrasi, melainkan tentang rasa kemanusiaan yang hadir secara nyata di saat-saat tersulit. Semangat kebangsaan dan persahabatan yang erat ini tergambar jelas dalam pertemuan silaturahmi yang penuh kehangatan antara Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, di Rumah Makan Pagi Sore, jalan Kejaksaan, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (9/7/2026).

Kehadiran jajaran Pemkab Aceh Tamiang ke Medan secara khusus ditujukan untuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas bantuan tulus yang diulurkan oleh Pemko Medan pasca bencana banjir besar yang terjadi akhir November 2025 lalu.

​Wali Kota Medan Rico Waas dalam sambutannya sempat menceritakan peristiwa kelam yang terjadi pada akhir November 2025. Saat itu Kota Medan sendiri dikepung banjir besar yang merendam 19 dari 21 kecamatan, dan berdampak terhadap sedikitnya 85.000 warga. Namun, di tengah kondisi kota yang juga sedang terluka, Wali Kota Medan Rico Waas tidak menutup mata terhadap penderitaan yang dialami oleh daerah tetangga, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang.

​”Kami mendengar kabar bahwa kondisi di Aceh Tamiang sangat fatal. Betul-betul terendam, dan masyarakat serta Pak Bupati sendiri saat itu sangat membutuhkan bantuan,” kenang Rico Waas.

​Melihat kedahsyatan dampak banjir yang meluluhlantakkan infrastruktur di Aceh Tamiang, Rico Waas langsung mengambil tindakan cepat tepat di momentum Hari Bela Negara. Baginya, membela negara juga berarti membela sesama anak bangsa yang sedang tertimpa musibah.

​”Saat itu saya bilang, Oke kita ke Tamiang. Ayo kita bantu Tamiang. Apa yang kita punya sekarang? Apa yang dibutuhkan oleh Aceh Tamiang? Pembersihan. Maka pemadam kebakaran dan alat berat dari Dinas SDABMBK langsung kita turunkan. Kami tidak mencari penghargaan atau timbal balik apa pun. Ini murni bicara tentang kemanusiaan dan persahabatan,” tegas Rico Waas.

Meskipun sejumlah bantuan dari Pemko Medan telah dikirimkan, namun Rico Waas menyadari bahwa pemulihan Aceh Tamiang tidaklah mudah. Kerusakan massal pada rumah warga, dokumen penting, hingga aset pemerintah membuat daerah tersebut seolah harus melakukan start from zero untuk membangun kembali semuanya dari bawah.

“Namun demikian kami percaya dan  optimistis Aceh Tamiang di bawah kepemimpinan Bapak Armia Fahmi akan segera bangkit dan jauh lebih jaya,”Ungkap Rico Waas optimis.

​Bantuan yang dikirimkan Pemko Medan bukan sekadar formalitas singkat. Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya karena pasukan dari Medan bertahan hingga berbulan-bulan untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan material banjir.

​”Yang pertama datang membantu kami adalah dari Pemko Medan. Petugas Damkar dan alat berat PU sangat membantu membersihkan infrastruktur vital kami yang hancur akibat bencana dahsyat tersebut. Hebatnya, mereka bekerja di Tamiang selama lebih dari empat bulan” ungkap Armia Fahmi.

​Armia menceritakan bagaimana koordinasi yang fleksibel dan penuh empati dari Wali Kota Medan membuat masa tugas tim penyelamat terus diperpanjang demi memastikan Aceh Tamiang benar-benar siap bangkit. Tidak hanya bantuan personel dan armada fisik, Pemko Medan juga memberikan dukungan stimulus anggaran untuk mempercepat proses pemulihan daerah.

​”Kami datang ke mari, memboyong seluruh perangkat Daerah, Wakil Bupati, dan Pak Sekda, khusus untuk menjumpai Pak Wali Kota guna mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya,” tambah Armia.

​Pertemuan penuh kekeluargaan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Syuibun Anwar, serta jajaran pimpinan Perangkat Daerah dari kedua daerah. (red)