DAERAH  

Tangan Dingin PMA Bawa Kemajuan Padang Lawas

55c5a7bd ed87 49aa 95e5 bab85150946e scaled

FORUM JAKARTA | Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Padang Lawas, apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam (PMA) Hasibuan, SE bersama Wakil Bupati Achmad Fauzan Nasution terus mengalir. Salah satunya datang dari Ketua Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW HIMMAH) DKI Jakarta, Sahala Pohan, yang menilai duet kepemimpinan tersebut mulai menghadirkan perubahan nyata bagi daerah.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/7/2026), Sahala mengatakan perjalanan Kabupaten Padang Lawas sejak dimekarkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2007 telah melalui berbagai periode kepemimpinan. Menurutnya, masyarakat selama ini menaruh harapan besar agar pembangunan dan kesejahteraan dapat terwujud melalui setiap pergantian kepala daerah.

“Pemilihan Kepala Daerah 2024 menjadi momentum penting bagi masyarakat Padang Lawas. Kepemimpinan Putra Mahkota Alam Hasibuan dan Achmad Fauzan Nasution dinilai membawa harapan baru dalam menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat,” ujar Sahala.

Ia menilai kepemimpinan PMA dan Achmad Fauzan mulai menunjukkan hasil melalui sejumlah program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan akses transportasi yang selama ini dinilai menjadi kendala dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Sahala, pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah juga dinilai dilakukan tanpa membedakan latar belakang politik masyarakat.

“Program pembangunan diarahkan untuk seluruh masyarakat tanpa memandang siapa yang mendukung maupun tidak. Hal itu menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan,” katanya.

Sahala yang selama ini aktif sebagai aktivis di Ibu Kota mengaku mengapresiasi langkah-langkah yang diambil PMA dalam memimpin Padang Lawas.

Ia menilai, meskipun masa kepemimpinan pasangan tersebut masih relatif singkat, berbagai kebijakan dan program pembangunan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Baru sekitar dua tahun kepemimpinan mereka, namun sentuhan pembangunannya sudah mulai terlihat. Semangat kepemimpinan yang muda dipadukan dengan nilai-nilai religius menjadi modal penting dalam membangun Padang Lawas,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program pembangunan pemerintah daerah agar dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, kita berharap Padang Lawas dapat terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya,” tutup Sahala.

Kabupaten Padang Lawas sendiri akan memperingati hari jadinya yang ke-19 pada tahun 2026, setelah resmi dibentuk sebagai daerah otonom melalui Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2007. Momentum tersebut diharapkan menjadi refleksi sekaligus penguat komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk melanjutkan pembangunan di berbagai sektor demi kemajuan daerah. (re)