FORUM LHOKSEUMAWE | Pemerintah Kota Lhokseumawe bergerak cepat dalam mengatasi penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Gerak cepat dilakukan Walikota Lhokseumwe Suaidi Yahya setelah mengetahui bahwa di Kabupaten Aceh Tamiang puluhan hewan ternak sapi terserang serangan penyakit PMK.
Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya langsung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Forkopimda dan dinas terkait pada tanggal 12 Mei 2022 yang berlangsung di ruang rapat Setdako Lhokseumawe.
Rakor tersebut dihadiri Wakil Walikota H Yusuf Muhammad, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Eko Hartanto, dinas terkait dan rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lhokseumawe, T Adnan SE.
Kapolres AKBP Eko Hartanto yang mendapatkan kesempatan pertama untuk menyampaikan pendapat tentang PMK mengatakan, PMK suatu penyakit yang paling seksi dibicarakan saat ini, dimana pemerintah kabupaten/kota harus mengendalikan penyakit PMK ini karena sangat meresahkan bagi petani ternak terutama hewan ternak sapi.
“Kepada Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian dan Pangan (DKPPP) harus segera melakukan pengamatan, melakukan indentifikasi dan inventarisir hewan ternak yang ada di gampong gampong,” demikian permintaan Kapolres.
Menurut Kapolres, serangan penyakit PMK dominan terhadap ternak sapi. “Kita harus pantau penyakit ini,” ucap Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto seraya meminta untuk segera membentuk Satgas PMK.







