Selain itu, Kapolres mengharapkan kepada dinas terkait untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat peternak terhadap PMK.
Sebagaimana diketahui, sebut Kapolres, penularan dari PMK ini cepat sekali. “Jika penyakit PMK ini terus merebak, sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat peternak. Apalagi dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha, kebutuhan ternak sapi akan meningkat,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto.
Kapolres juga mengatakan, sehari sebelum Rakor yang dilaksanakan Pemko, pihaknya juga telah melaksanakan rapat dengan dinas terkait yang melakukan pembahasan terkait serangan PMK ini. Bahkan petugas dari Polsek dan Polres telah turun ke kandang kandang ternak sapi untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi ternak sapi saat ini.

Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya dalam arahannya mengharapkan Dinas DKPPP segera melakukan langkah langkah yang bisa menyelamatkan perekonomian masyarakat peternak sapi. Ia sangat mendukung beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu pembentukan Satgas, kegiatan sosialisasi, mengeluarkan surat edaran (SE), tausiah melalui masjid masjid terkait PMK, serta perlunya dilakukan vaksinasi terhadap ternak sapi.
Kepala DKPPP Ir Mehrabsyah mengatakan, DKPPP sejak penyakit PMK menyerang ternak sapi di daerah, petugas dari Kesehatan hewan (Keswan) dan dokter hewan telah melakukan langkah langkah untuk mengatisipasi penyakit PMK di desa desa yang memiliki ternak sapi. Aantara lain melakukan pemeriksaan terhadap sapi, melakukan pemantauan , sehingga sampai saat ini belum ada ternak sapi di wilayah Pemko Lhokseumawe yang terindikasi PMK.
DKPPP sebut Mehrabsyah ada delapan orang tenaga dokter hewan, enam orang petugas medis dan DKPPP telah menetapkan piket Keswan. Dan saat ini di wilayah Pemko Lhokseumawe terdapat populasi 7.400 ekor ternak sapi, 37 ekor ternak kerbau, 15.000 ekor kambing dan 2.800 ekor domba. (Adv)







