Potensi Perikanan Budi Daya Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lhokeumawe

Budi Daya Perikanan
Potensi perikanan budi daya di wilayah Kota Lhokseumawe mampu meningkatkan sektor ekonomi kesejahteraan masyarakat

Mehrabsyah menguraikan dari hasil produksi budi daya perikanan mencapai 49.752 ton tersebut terdiri dari berbagai jenis ikan, seperti kerapu mencapai 34.140 ton, ikan kakap sebanyak 11.660 ton dan ikan lele mencapai 1.880 ton, ikan bandeng sebanyak 1.506 ton dan budidaya udang vaname dengan sistem bioflok mencapai 566 ton.

Tabur Benih
Wakil Walikota Lhokseumawe H Yusuf Muhammad didampingi Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan Kota Lhokseumawe Ir Mehrabsyah, MM, melakukan panen perdana dari budidaya udang vename dengan sistem bioflog

“Hasil produksi budi daya perikanan tersebut dipasarkan tidak hanya di Kota Lhokseumawe. Pemasarannya hingga kabupaten kota sekitar, bahkan ada yang dijual ke luar Provinsi Aceh,” pungkas Mehrabsyah.

Menanggapi pemaparan Kadis DKPP Kota Lhokseumawe, salah seorang petani keramba ikan budi daya waduk Pusong Lhokseumawe, Pawang Idris, mengatakan petani di Waduk ini ada sekitar 300 petani yang menaruh kehidupan di lokasi ini.

Mereka berharap pemerintah Kota Lhokseumawe untuk membantu petani menata keramba yang ada di waduk itu, agar terlihat rapi dan indah tidak seperti kondisi sekarang ini terlihat kumuh.

Pawang Idris mengatakan kondisi kumuh karena petani membangun dengan biaya seadanya, mereka tak memiliku dana untuk membuat keramba yang sesuai standar.

Selain itu, Pawang Idris berharap agar Pemko membantu pengadaan bibit dan jaring agar petani disini bisa mendapat penghasilan yang memadai. (Adv)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *