FORUM MEDAN | Silang sengkarut persoalan buruh di Pelabuhan Belawan, menjadi sorotan Ketua LSM Penjara PN Kota Medan, Budi Yanto SH. Pelabuhan Belawan yang dibandrol menjadi pelabuhan Internasional diharap terus berbenah diri, Kamis (30/6/2022).
“Kita meminta PT Pelindo segera mengambil alih buruh tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Belawan,” kata Ketua LSM Penjara PN Medan Budi Yanto SH.
Diketahui kalau PT Pelindo adalah sebuah perusahaan raksasa berplat merah yang berpeluang untuk terus tumbuh maju dan berkembang dengan memiliki teknologi tinggi sehingga harus sepadan dengan SDM yang dimiliki.
“Menurut pandangan saya, sekitar 284 miliyar rupiah uang beredar di pelabuhan ditahun 2021, jika tidak ada kontribusi buat negara lebih baik tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Pelabuhan belawan dialihkan ke PT Pelindo,” tutur Budi.
Bukan tanpa alasan Budi menjelaskan pada laporan pertanggungjawaban (LPJ) Badan Pengurus Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Belawan tahun 2021 sebesar 284 milyar rupiah lebih, tetapi jika tidak ada kontribusi kepada negara dianggap sia-sia.
“Menurut pandangan saya, sekitar 284 miliyar rupiah uang beredar di pelabuhan ditahun 2021, jika tidak ada kontribusinya buat negara lebih baik Koperasi TKBM dibubarkan saja,” pinta Budi.
Koperasi TKBM Upaya Karya yang selalu berlindung di SKB 2 Dirjen 1 Deputi ini diduga malah sibuk memperkaya para pengurusnya sendiri tanpa memperdulikan nasib buruh secara keseluruhan. Sehingga masih banyak buruh yang belum dapat perumahaan walaupun program tersebut sudah puluhan tahun berjalan.







