Wakil Walikota Lhokseumawe Usulkan Produk Aceh Bebas Pajak Ketika Menggunakan Pelabuhan

YUSUF MUHAMMAD
Wakil Walikota Lhokseumawe H Yusuf Muhammad (di tengah) mengusulkan agar produk-produk dari Aceh bebas pajak ketika menggunakan jasa pelabuhan. Hal ini bertujuan untuk percepatan peningkatan perekonomian dalam upaya memajukan usaha para pelaku UKM dan industri.

FORUM LHOKSEUMAWE | Wakil Walikota Lhokseumawe H. Yusuf Muhammad menyampaikan tanggapannya tentang produk asal Aceh, pada kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) Lintas Sektoral Bersinergi Membangun Aceh di Aula Makodim 0103/Aut, Rabu (25/5/2022).

Wakil Walikota Lhokseumawe mengharapkan, poduk asal Aceh yang dikirim melalui pelabuhan di lingkungan KEK, agar bebas pajak. “Kalau bisa, produk Aceh bebas pajak jika menggunakan pelabuhan Lhokseumawe,” sebutnya pada kegiatan diskusi yang membahas tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Pelabuhan Lhokseumawe, serta tentang UMKM di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Menurutnya, selama ini para pengusaha lari ke Medan karena mahal (pajak). Termasuk biaya tenaga kerja bongkar muat (TKBM).

Harapan Walikota Lhokseumawe, mendapat apresiasi dari pengusaha Aceh yang juga menjadi peserta diskusi tersebut. Menurut salah seorang pelaku usaha, minimal biaya yang dikeluarkan pengusaha sama dengan, biaya di Pelebuhan Belawan. “Minimal samalah dengan Medan (Pelabuhan Belawan-red),” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut pengusaha itu juga mengkritik biaya yang dikeluarkan untuk TKBM. “Sehingga ongkos tidak jelas bagi kami para pelaku usaha,” ungkapnya.

Permintaan Wakil Walikota Lhokseumawe dan pernyataan pelaku usaha ditanggapi pihak terkait di KEK Arun. Pemasalahan itu, akan dikomunikasikan pihak KEK dalam pertemuan lanjutan. Termasuk dengan pembuatan qanun Tax Allowance, bagi produk komoditas unggulan Aceh dan penetapan upah kerja bagi TKBM pelabuhan.

Kegiatan Komsos Lintas Sektoral Bersinergi Membangun Aceh, dibuka langsung Komandan Kodim 0103/Aut, Letkol Arm Oke Kistiyanto S.A.P. Menurutnya, Komsos ini selain bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan sinergitas lintas sektoral antar stakeholder terkait, juga sebagai ruang diskusi dalam mencari penyelesaian permasalahan bersama yang menimpa KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), Pelabuhan Lhokseumawe dan UMKM di Arun Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *