FORUM JABAR | Dadang Buaya sempat viral di media sosial lantaran perbuatan konyolnya menyerbu markas Koramil Pameungpeuk di Garut, Jawa Barat. Dadang kini tak berdaya menjadi pesakitan setelah sebelumnya digelandang ke ruang tahanan Mapolres Garut.
Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono, memaparkan kronologis terjadinya perbuatan konyol preman kampung yang terkenal suka mabuk mabukan tersebut.
”Dadang Buaya dan temannya mereka datang ke Koramil mencari Saprudin anggota TNI adiknya Jaka yang berselisih dengan dia,” kata Benny saat gelar rilis media, Senin (31/5/2021) sore.
Menurut Benny Dadang Buaya dan kawan kawan menuju Koramil sekitar pukul 9.15 WIB mencari Saprudin, sambil mabuk. Dadang kemudian menuju Polsek Pameungpek mencari Bripka Berdi, yang pada saat terjadi perselisihan antara Saprudin dengan Dadang Buaya, Bripka Berdi berupaya melerainya.
Saat hendak melerai perselisihan, lanjut Kapolres Benny, anggotanya Bripka Berdi juga diserang dan akan dibacok saat saat itu.
“Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB. Nah, pada saat itu juga petugas Polsek beserta Koramil Pameungpeuk langsung menangkap mereka,” tutur Kapolres Benny.
Benny menyebutkan, Dadang Buaya dan kawannya dikenakan UU Darurat nomer 12 Tahun 1951, junto pasal 170 dan junto pasal 351 KHUP.
”Meraka akan kita jerat dengan pasal tindak pidana penganiayaan yang diatur dalam Pasal 351 KUHP dan tindak pidana pengeroyokan yang diatur dalam Pasal 170 KUHP,” ungkapnya.
Sementara itu Dandim 0611/Garut Letkol Deni Iskandar menyampaikan klarifikasi tidak ada penyerangan oleh Dadang Buaya dan kawan-kawan terhadap Koramil Pameungpek atas kejadian pada Hari Jum’at (28/05/2021) sebagaimana heboh di medsos.
“Saat kejadian, kebetulan saya ada tugas di daerah Garut Selatan, jadi tahu persis. Tidak ada penyerangan terhadap Koramil Pameungpek,” tegasnya.
“Ia menyebut tidak benar ada perusakan Koramil Pameungpek sebagaimana isu yang beredar selama ini,” imbuhnya.
Deni menjelaskan, mereka (Dadang Buaya dkk) datang ke Koramil hanya mencari seseorang saja. “Rekan rekan media kalau tidak percaya, silahkan cros cek ke lapangan,” tukasnya.









