Namun jika kita menginginkan persatuan kaum muslimin terwujud, ketika ummat Islam berada dalam sistem Islam. Sistem yang menjadi tempat bagi kaum muslimin di seluruh dunia tanpa batas negara. Sistem ini juga yang menjadikan negara sebagai pelayan bagi urusan rakyatnya.
Islam juga menetapkan prinsip dasar dalam pengaturan (manajerial) yaitu basathah fi an-nizham ( sistem yang sederhana), su’ah fil al-injaz (eksekusinya cepat), dan ditangani oleh orang yang profesional. Maka ketika Islam yang menjadikan haji sebagai syiar Islam, layanan tersebut akan diupayakan semaksimal mungkin tanpa kendala urusan diplomasi dan lain-lain.
Ini bisa dilakukan dengan beberapa hal: Pertama, Islam membentuk khusus departemen haji dan umrah dari pusat hingga daerah dengan mengurus terkait pendaftaran, bimbingan, pelaksanaan, hingga kepulangan jamaah haji. Dan departemen ini juga bisa bekerja sama dengan departemen kesehatan untuk mengurusi kesehatan jamaah, termasuk dalam urusan transportasi massal. Dengan regulasi ini, ummat dapat dilayani dengan cepat dan baik.

Kedua, jika negara menetapkan ongkos naik haji, besar kecilnya ditentukan jarak wilayahnya dari tanah haram, serta akomodasi yang diperlukan dari pergi hingga kembali dari tanah suci. Selain itu, Islam juga akan membuka setiap opsi pemberangkatan, mulai dari darat, laut hingga udara. Dan penentuan ini bukanlah merupakan atas dasar paradigma bisnis yang menimbang untung dan rugi, melainkan demi melayani ummat.
Ketiga, Islam akan menghapus visa jamaah haji dan umrah, sebab negeri-negeri muslim dalam Islam merupakan kesatuan wilayah. Jamaah haji hanya perlu menunjukkan kartu identitas, dan visa hanya berlalu bagi kaum muslim yang warga negara kafir.
Keempat, Islam akan menjaga kuota haji dan umrah dengan memperhatikan: Pertama, ibadah haji dan umrah hanya berlaku sekali seumur hidup, Kedua, kewajiban ini berlaku bagi yang memenuhi syarat dan berkemampuan. Dengan data akomodasi yang akurat, maka mampu mempermudah dalam memprioritaskan jamaah haji yang layak untuk diberangkatkan.
Kelima, Islam akan membangun infrastruktur dari Mekah- Madinah serta persediaan logistik untuk jamaah haji dan umrah. Inilah pengaturan jamaah haji dalam sistem Islam yang tak mungkin diupayakan oleh sistem sekuler kapitalisme sekarang.
Wallahu’alam Bissawab.







