FORUM MEDAN | Pedagang Pusat Pasar mengeluhkan kebijakan PUD Pasar Kota Medan yang melakukan kutipan tambahan Rp 2000 per hari dengan alasan untuk maintenance. Padahal, para pedagang sudah dibebankan berbagai retribusi dan kontribusi. Mirisnya, pedagang harus membayar dana Rp 2000 itu kepada pihak ketiga (kontraktor-red) bukan kepada PUD Pasar hingga menguatkan adanya indikasi konspirasi dugaan pungutan liar (pungli) yang sistemik.
Keluhan para pedagang itu terungkap dalam pertemuan Direksi PUD Pasar Kota Medan dengan perwakilan pedagang Pusat Pasar di Lantai I eks Taman VI loss ikan asin, Jumat 29 Juli 2022. Pertemuan silaturrahmi dan sosialisasi tentang maintenance lantai I dan II Pusat Pasar itu berlangsung alot beberapa jam.
Dalam pertemuan itu, banyak pedagang tidak setuju dengan kutipan tambahan Rp 2000 per hari. Alasannya, mereka selama ini telah dibebani berbagai macam retribusi lainnya.
“Lagi pula kalau perbaikan tangga itu sedikit aja. Kenapa kok bisa dikutip dua ribu? Itu setahun miliaran lho! Proyek besar, bukan proyek kecil?” tanya Musa pedagang ikan asin di lantai satu, disambut riuh tepuk tangan dan sorakan dukungan pedagang lainnya.
Menurut Musa, para pedagang sebenarnya sudah dikutip segala macam bentuk pengutipan oleh PUD Pasar. “Karena kita sudah dikutip segala macam. Retribusi, kontribusi sudah kita bayar. Segala macam, juke segala macam. Kenapa kita dibebankan yang kayak gini. Kita ini UMKM lho, meski dilindungi pemerintah, bukan dipijak-pijak,” sesal Musa menyampaikan aspirasi para pedagang.
Musa dan pedagang lainnya kecewa karena dibebankan membayar Rp 2 ribu itu melalui kontraktor. Para pedagang merasa seolah-olah mereka punya hutang kredit yang setiap harinya harus dibayar kepada kontraktor.
“Kenapa dibebankan sama kontraktor lagi? Kenapa kok gak PD Pasar yang pegang? Seharusnya kita sudah bayar kontribusi sama retribusi, PD Pasar yang tanggung karena kita termasuk UMKM,” tukas Musa disambut dukungan tepuk tangan para pedagang.
Di tempat yang sama, Direktur Keuangan PUD Pasar, Fernando Napitupulu mengatakan kalau saat ini kondisi keuangan PUD Pasar masih belum dalam keadaan membaik.








