81 Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh Timur

Rohingya

FORUM ACEH | Sedikitnya 81 pengungsi etnis Rohingya, Myanmar, terdampar di Desa Kuala Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur. Mereka diduga kabur dari kamp pengungsian di Bangladesh.

“Dari 81 pengungsi Rohingya tersebut, sebelumnya berjumlah 90 orang. Delapan orang meninggal dan satu hilang di laut,” kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek, saat dimintai konfirmasi, Jumat (4/6/2021).

Para imigran itu diketahui terdampar di Aceh Timur pada Jumat pagi. Pihak terkait serta TNI-Polri disebut sudah berada di lokasi tempat mereka terdampar.

Miftach mengatakan, menerima informasi imigran Rohingya itu kabur dari kamp pengungsi di Bangladesh pada 11 Februari lalu. Mesin kapal mereka disebut mengalami kerusakan beberapa hari lalu.

“Kemudian diselamatkan oleh polisi pantai Andaman, India,” jelas Miftach.

Para imigran itu disebut diberi bantuan berupa makanan dan lainnya. Setelah itu, mereka dilepaskan kembali mengarungi lautan.  “Pagi tadi mereka tiba di Kuala Simpang Ulim,” tukas Miftach.

Sementara Kapolsek Simpang Ulim Polres Aceh Timur, AKP Jamaluddin Nasution, dikonfirmasi wartawan mengatakan, pengungsi Rohingya yang terdampar di Pulau Idaman berjarak beberapa puluh meter dari bibir pantai Desa Kuala Simpang Ulim, yang ditemukan oleh warga yang hendak melaut. 

“Warga mengetahui langsung melaporkan kepada kepala desa setempat, dan selanjutnya laporan itu diteruskan ke pihak Mapolsek Simpang Ulim,” kata AKP Jamaluddin Nasution, sembari mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi dimana para pengungsi itu terdampar.

Dirincikan, 81 suku pengungsi Rohingya itu diantaranya laki-laki dewasa berjumlah 17 orang, anak-anak berjumlah 5 orang, wanita dewasa berjumlah 53 orang, dan anak-anak beejumlah 6 orang.

“Saat ini bersama dinas terkait dari Pemerintahan Aceh Timur sedang melakukan negosiasi terhadap para pengungsi Rohingya yang terdampar tersebut guna meminta mereka untuk kembali ke negara mereka,” terang Jamaluddin.

Hingga berita ini ditayankan, para Pengungsi Imigran gelap suku Rohingnya tersebut, dikabarkan masih berada di daerah tersebut. (Sutrisno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *