Terkait dengan pelatihan budidaya maggot ini, lanjut Yusuf, Majelis Ekonomi akan melakukan pembinaan kepada peserta pelatihan dari hulu hingga ke hilir. “Dari hulu hingga ke hilir akan kita kawal, mulai dari pembinaan hingga pemasaran. Sehingga ke depan budidaya maggot ini akan menjadi salah satu unit usaha andalan Al Washliyah Sumut,” ujarnya.
Sementara itu sebelumnya dilakukan lounching program Umroh Al Washliyah Satu Pesawat (Umwast). Ini juga merupakan salah satu program Majelis Ekonomi melalui Al Wasliyah (AW) Tour.
Terkait program ini, Dedi mengatakan, Majelis Ekonomi sudah berhasil menciptakan ide-ide baru untuk membuka lapangan kerja baru yang halal dan thoyib bagi warga Al Washliyah dan menambah pendapatan baru bagi organisasi.
“Memang harus begitu yang harus dilakukan Majelis Ekonomi. Unit usaha yang telah dirintis tidak boleh stagnan dan harus terus dikembangkan dengan menciptakan ide-ide baru,” ujar Dedi.
Sementara itu, Koordinator Majelis Ekonomi Al Washliyah Sumut, Rusli Effendi Damanik mengatakan, melalui program-program AW Tour pihaknya akan terus berupaya untuk terus menumbuhkan kebanggaan bagi warga Al Washliyah terhadap unit bisnis milik organisasi.
“Bayangkan sekitar 2 juta warga Al Washliyah di Sumut merupakan pasar yang sangat besar. Melalui unit usaha Majelis Ekonomi kita tidak hanya sekadar menjalankan bisnis, tapi juga mencoba meningkatkan pendapatan warga dan organisasi Al Washliyah,” ujarnya.
Sedangkan Rakor yang diikuti oleh oleh utusan dari Majelis Ekonomi Pengurus Daerah berhasil menghasilkan lima rekomendasi.
Di antaranya perceptaan pembentukan/penataaan Majelis Ekonomi PD Al Washliyah se Sumut, Majelis Ekonomi Wilayah harus melakukan pendampingan dan edukasi program UMKM dan lainnya ke daerah-daerah, membentuk perwakilan AW Tour di seluruh daerah dan sepakat untuk mendukung Dedi Iskandar Batubara dalam kontestasi Pemilu 2024 untuk dicalonkan kembali sebagai anggota DPD RI. (sus)







