DAERAH  

Eksekusi di Kawasan Velodrome dan Lapangan Tembak Berjalan Lancar

Eksekusi
Eksekusi lahan dalam bentuk pembongkaran bangunan di seputaran Veledrome jalan Willem Iskandar dan lapangan tembak di Jalan Gedung PBSI Deliserdang berjalan aman dan lancar.

Ismail mengakui memang masih ada warga yang sampai saat ini tidak terima dengan putusan pemerintah. “Berdasarkan data tadi malam masih ada sejumlah warga di Jalan BBSI yang tidak menerima. Tapi, itu sudah kita serahkan kepada pihak keamanan,” kata Ismail.

Penggusuran dan penertiban bangunan liar di atas lahan venue velodrome tersebut dimulai pukul 7 pagi.

Puluhan personel TNI/Polri bersama Satpol PP dan instansi terkait lainnya tampak menyiagakan armada seperti mobil pemadam kebakaran, mobil water canon milik Polrestabes Medan, mobil ambulance, dan menyiapkan posko terpadu yang terdiri dari sejumlah instansi.

Namun, penggusuran terhadap unit bangunan rumah dan pertokoan tidak berjalan mudah.

Sejumlah warga yang mengklaim masih memiliki hak kepemilikan ingin memaksa masuk ke lokasi untuk menghentikan peralatan escavator yang bekerja. Dan, satu warga yang dinilai sebagai provokator diamankan polisi.

Pian, warga yang selama ini tinggal di lokasi venue velodrome mengaku pasrah dirinya bersama warga lain harus mengosongkan lokasi tempat tinggalnya selama kurang lebih 4 tahun.

Pian yang juga kesehariannya bekerja sebagai penjual minyak ketengan ini telah mengungsi ke lokasi lain.

“Saya di sini memang numpang sama adik ipar saya dari 4 tahun lalu. Saya juga sempat jualan di depan sana tapi rusuh bang. Kadang ada yang minta – minta uang jaga malam,” akui Pian.

Sementara sejumlah warga memilih pasrah dan terlihat mengumpulkan material dari puing–puing sisa bangunan rumah yang masih bisa dimanfaatkan. (dimitri)