FORUM MEDAN | Kantor Camat Medan Perjuangan di Jalan Pendidikan Kelurahan Tegal Rejo, memanas, Senin (27/3). Pasalnya, belasan warga yang hendak menghadap camat guna menyampaikan permohonan agar kepling mereka diganti, dihadang puluhan preman sembari mengancam akan ‘menggiling’ warga lingkungan 9 yang hendak melaporkan sejumlah perilaku oknum kepling 9, Kar tersebut. Soalnya, oknum Kepling itu diduga melakukan pungli pengurusan KTP, serta berbagai sikap arogansi yang selama ini dipertontonkannya.
Hamdani Daulay, kepada wartawan, usai menyampaikan surat permohonan pemberhentian Kepling 9 kepada Camat Medan Perjuangan Zul Ahyudi Solin, kemarin, yang tembusannya disampaikan kepada Walikota dan DPRD Kota Medan, menyampaikan tujuan awalnya hanya memohon mediasi camat agar warga bisa menyampaikan aspirasinya, tetapi sejumlah oknum preman terus mengepung mereka dan mengintimidasi warga.
Karena merasa terdesak, wargapun melawan, bahkan seorang ibu berteriak kencang hingga membuat seluruh pegawai kantor camat berhamburan keluar. Bukan saja ibu ini, warga lainnya juga menuding Kepling Kar seorang provokator di lingkungannya, bahkan sejumlah warga menyampaikan kekecewaannya karena pernah mengurus KK dimintai sejumlah uang oleh oknum kepling.
Hamdani menyampaikan, persoalan memang bermula dari saluran air mereka yang dirusak oknum kepling. Dahulunya, orang tua mereka sudah membuat kesepakatan, dimana mendiang ayah dari si oknum kepling memberikan izin saluran air yang dipergunakan warga, pak Dahlan, melewati tanah oknum kepling ini. Tetapi kini dirusak oknum kepling padahal itu satu satunya akses saluran air mereka.
Tapi, sekarang ini bukan persoalan itu saja, warga kini mulai bermunculan menyampaikan kekecewaannya atas kepemimpinan oknum kepling. Masalah bansos, pengurusan KTP/KK yang berbiaya besar, mencuat.
Sebelumnya, warga memang sudah melaporkan oknum kepling ke Lurah Sidorame Timur, Tinambunan. Tapi, mediasi ini tak berhasil, bahkan oknum kepling ini dihadapan warga dan pak lurah menyatakan dirinya mundur dari jabatannya.







