John Lubis Buka Penataran Wasit Level Nasional Cabor Kabadi

02326fa1 6fbf 43a3 a46a 67ea1ff9d808

FORUM MEDAN | Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis didampingi Pembina Pengprov Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Sumut, Dr dr Liliana secara resmi membuka penataran wasit level nasional di Aula Sekretariat KONI Sumut, Senin (29-30/5).

John mengatakan, digelarnya penataran wasit level nasional pertama kali di Sumut sangat positif. Sebab jadi kesempatan emas mengingat belum adanya wasit bertaraf nasional untuk memimpin pertandingan cabor tersebut dari daerah inim

“Sangat bagus sekali dilaksanakannya penataran pelatih Kabaddi level nasional di Sumut. Sebab dengan adanya penataran pelatih ini, mudah-mudahan akan lahir para wasit terbaik nantinya,” katanya.

Dikatakan, dalam mengikuti penataran dua hari tersebut para wasit diharapkan dapat menyerap setiap materi yang diberikan, dan dapat mengaplikasikan ilmu saat jadi penengah di sebuah pertandingan. Selain itu, wasit harus jujur dan jangan curang; karena wasit merupakan penengah disetiap laga.

“Yang dibutuhkan seorang wasit adalah, fokus dan bijak serta jujur dalam mengambil keputusan agar tak terjadi salah paham,” ucap John serius.

Sementara Ketua Pengrov FOKSI Sumut, Dicky Hendrawan mengatakan, pelaksanaan penataran pelatih level nasional itu tak lain melaksanakan agenda PB FOKSI. Dan harus digelar mengingat waktu menuju PON XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang terus berjalan.

“Kita harus ngebut mengingat di Sumut belum adanya wasit dan pelatih cabor Kabaddi level nasional sebelum PON Aceh-Sumut 2024 berlangsung,” kata Dicky serius.

Dikatakan, sebanyak 32 peserta yang mengikuti penataran wasit level nasional itu berasal dari 10 Pengkot dan Pengcab FOKSI di Sumut itu, berasal dari beberapa cabor seperti, futsal, gulat, sepakbola dan beberapa cabor lainnya.

Dipenataran itu, para wasit akan diberi penjelasan mengenai tatacara ataupun peraturan sesungguhnya yang telah ditetapkan dicabor Kabaddi itu sendiri seperti, saat bertanding, salah satunya wasir harus jeli melihat setiap pemain dari satu regu dimana tidak diperbolehkan memukul atau menangkap lawan.

Namun tambah Dicky, setiap regu hanya boleh mencolek dan kalau kedapan memukul, maka regu tersebut dihukum tidak boleh ikut bertanding. Contoh dibid ofesial, tidak boleh berteriak saat berada di bands seperti kebiasaan dicabor sepakbola, futsal dan cabor lainnya langsung terkena kartu.

Makanya pada penataran wasit levet nasional cabod Kabaddi ini Pengprov FOKSI Sumut menghadirkan dua orang dari bid komisi perwasitan bertaraf internasional asal Bali yaitu, Ngurah Adi Santika dan Dede.

Para wasit selain mengikuti arahan dan bimbingan dari instruktur sebagai pengadil, juga akan praktek langsung sebagai wasit pada Kejurda Kabaddi yang digelar 31 May hingga 4 Juni 2023 di GOR Mini Disporasu.

“Dmana dari hasil Kejurda, atlet yang lolos akan mengikuti tes fisik program pembinaan atlet KONI Sumut yaitu, Pelatda jangka panjang,” pungkas Dicky mengakhiri. (kesuma)