Yani Lestari memilih jurus sedia payung sebelum hujan. Ibu paruh baya ini, tak ingin tubuhnya dihantam virus corona yang mematikan. Karena itulah ia langsung bergegas menuju lokasi vaksinasi di area sebuah pabrik kawasan Jalan Tirta Deli, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
Yani mengaku tak merasakan efek usai disuntik vaskin. Ia optimistis vaksin yang diberikan pemerintah ini aman baginya, dan masyarakat di Indonesia. “Enggak ada efek yang gimana-gimana. Aman-aman saja. Jadi, enggak usah takut divaksin. Kalau perempuan kan sudah pernah vaksin-vaksin lain, rasanya sama saja,” katanya sumringah.
Sebelum divaksin, tim dokter lebih dahulu memang melakukan wawancara. Tim medis memeriksa tensi, suhu tubuh, dan mempertanyakan apakah ada penyakit lainnya. “Alhamdulillah tadi sempat ditanya-tanya tentang punya penyakit apa, dan punya alergi apa, tapi syukur bisa berjalan lancar disuntiknya,” tutur Yani, Senin (28/6/2021).
Vaksinasi dilakukan sebagai upaya menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok) untuk mengurangi keparahan dan angka kematian yang disebabkan oleh infeksi Covid-19. Hanya saja, setelah vaksin harus tetap juga disiplin protokol kesehatan 3M. “Usai vaksin, harus tetap memakai masker, menjaga jarak serta menghindari kerumunan, dan rutin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Jangan merasa sudah kebal setelah divaksin. Semuanya harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” tutur pemerhati sosial, Kamariyah Dalimunthe.
Vaksin, sebut Kamariyah, adalah ikhtiar untuk melindungi diri agar tidak terpapar corona. “Kita harus divaksinasi supaya virus tidak bisa masuk ke tubuh. Jika sejak awal divaksinasi, maka tidak ada ruang bagi virus untuk bermutasi di tubuh,” kata dia.
Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari AM Sinik. Menurutnya, vaksinasi merupakan salah satu upaya pencegahan. “Mencegah penyakit lebih baik dari mengobati. Upaya pencegahan penyakit tersebut dapat dilakukan dengan vaksinasi,” tuturnya.
Vaksinasi, ucap Azhari, merupakan upaya pencegahan yang spesifik atas suatu penyakit. Bila vaksinasi berhasil dilakukan, maka individu sehat, keluarga sehat, tatanan masyarakat sehat, maka produktivitas akan meningkat. “Pendapatan juga meningkat sehingga pendapatan negara juga meningkat. Indonesia menjadi negara yang sehat bukan hanya secara jasmani tetapi juga sehat secara finansial dan bisa memberikan pelayanan yang maksimal,” lanjutnya.
Pemulihan kesehatan dan ekonomi saat ini, ujar Azhari, tidak hanya fokus pada individu-individu, tetapi juga pada entitas usaha. “Jika semua dapat berdaya dan bisa menjaga diri dengan melakukan budaya 3M, maka pemulihan ekonomi Indonesia, bahkan seluruh dunia tidak akan sulit,” pungkasnya.
Pernyataan serupa turut disampaikan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Agus Salim. Menurutnya, vaksinasi merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat. “Tujuan vaksinasi ini memiliki banyak manfaat. Walaupun kita ketahui bersama, vaksin ini bukan obat untuk menyembuhkan Covid-19, tetapi memiliki manfaat antara lain, mencegah terkena atau mengalami gejala Covid-19 berat dan menurunkan angka kematian akibat COVID-19; mendorong terbentuknya herd immunity (kekebalan tubuh komunitas); dan meminimalkan dampak ekonomi dan sosial, ” tandas mantan Wakajati Papua ini didampingi Asisten Intelijen Kejatisu Dr Dwi Setyo Budi Utomo saat acara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA)ke-61 dirangkai dengan gerakan 1500 vaksin.
Vaksinasi telah dilakukan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Seluruh jaksa, pegawai dan tenaga honor diharuskan vaksin. “Tidak hanya pegawai kejaksaan yang divaksin, tapi juga anggota keluarga harus ikut divaksin untuk mendukung program pemerintah mencegah penyebaran virus Covid-19. Kita berharap dengan adanya vaksinasi ini, memperkecil kemungkinan terjangkit virus. Tapi jangan lupa satu hal, masyarakat juga harus mematuhi protokol kesehatan,” sebut Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Ida Bagus Nyoman Wiswantanu.
Menurut Wiswantanu, vaksin dapat meningkatkan kinerja para jaksa. “Pelaksanaan vaksin untuk meningkatkan imun atau kekuatan tubuh bagi para jaksa maupun pegawai kejaksaan dalam melaksanakan tugas,” ucap Kajatisu di sela-sela pelaksanaan vaksin.
Senada dengan itu, Kabid P2P Dinkes Propinsi Sumatera Utara, Teguh, menyampaikan saat ini pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara terus melakukan vaksinasi kepada masyarakat. “Meskipun telah divaksin, harus tetap pakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” pesannya seraya menghimbau warga agar tidak takut divaksin.










