Hidup sudah susah, tetapi malah bertambah susah. Rakyat pun resah dengan segala kebijakan yang sering kali tidak masuk logika. Eh, belum selesai memikirkan kebutuhan hidup yang makin hari makin tidak terhitung jumlahnya, kini tarif parkir pun harus naik juga. Sungguh sulit memang jika hidup dalam sistem buatan manusia. Aturannya sering berubah-ubah, sebab ini semua tergantung para pemangku kebijakan yang duduk manis di singgasana.
Tarif parkir kendaraan di Medan akan naik, Bobby menilai bahwa tarif parkir di Medan memang belum pernah naik seperti di daerah-daerah lain. Walikota tidak menolak kenaikan tarif parkir ini, beliau hanya mengatakan bahwa tarif parkir belum pernah naik dan mengingatkan untuk tidak menaikkannya terlalu tinggi, tetapi intinya tetap akan naik. Inilah yang membuat rak makin panik.
Bobby Nasution selaku Wali Kota Medan angkat bicara mengenai tarif parkir kendaraan yang akan naik. Diketahui, banner bertuliskan pemberitahuan tentang naiknya tarif parkir kendaraan di Kota Medan telah terpampang di sejumlah titik. Saat diwawancara media, Bobby Nasution tampaknya sedikit kaget ditanya perihal akan naiknya tarif parkir di Kota Medan. Ketika ditanya lebih lanjut tentang kenaikan tarif parkir sudah disahkan oleh DPRD Medan, Bobby Nasution barulah membenarkan hal itu.
Beliau mengatakan bahwa satu di antara terjadinya inflasi dan disorot oleh pemerintah pusat adalah permasalahan parkir. Beliau pun berjanji akan menelaah ulang tentang aturan kenaikan tarif parkir ini. Beliau pun mengatakan bahwa belum memastikan kapan tarif parkir tersebut ini naik. Sementara itu, banner kenaikan tarif parkir di Kota Medan telah terpasang di beberapa titik. Untuk kendaraan roda dua menjadi Rp3000, sementara mobil menjadi 5.000, mini bus menjadi Rp7.000, truck mini menjadi Rp8.000 dan truk gandengan menjadi Rp12.000 ribu (medan.tribunnews.com, 05/01/2024).
Ini jelas bukanlah sebuah kebijaksanaan di saat ekonomi rakyat makin sulit karena kenaikan harga barang-barang yang terus-menerus melonjak dan ditambah lagi dengan kenaikan tarif parkir yang justru menambah deretan penderitaan rakyat. Beginilah fakta sistem buatan manusia ketika mengatur kehidupan, berantakan dan pasti menimbulkan masalah baru dalam kehidupan.
Bukan hanya itu, sistem yang diadopsi dari dunia barat yaitu kapitalisme sendiri pun sebenarnya sudah terbukti kacau balau dalam pemasukan, sehingga selalu rakyat yang menjadi korban dan solusinya tidaklah mengakar. Bukan malah mengayomi rakyat, malah memalak uang rakyat lewat kenaikan tarif parkir. Padahal, seharusnya negara bertanggungjawab atas kenyamanan hidup rakyat, bukan malah menjadi pemalak.
Sementara di dalam sistem pemerintahan Islam, sumber pos pendapatan negara tidak akan menzalimi masyarakat. Negara justru memiliki wibawa untuk tidak meminta-minta kepada rakyatnya, tetapi justru memberikan banyak kemudahan. Tidak hanya itu, dalam sistem pemerintahan Islam, seluruh sumber daya alam yang ada akan dikelola dengan baik dan hasilnya dikembalikan lagi kepada rakyat dalam bentuk fasilitas umum.
Dari sinilah rakyat memperoleh fasilitas berupa pendidikan gratis, pembangunan infrastruktur, kesehatan gratis, dan masih banyak lagi fasilitas yang didapatkan rakyat ketika sumber daya alam dikelola dengan benar. Untuk itu, benarlah bahwa saat ini kita benar-benar membutuhkan sistem pemerintahan Islam dan menjadikan kita satu umat agar Allah menurunkan rahmat-Nya dari langit dan bumi.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَفَحُكْمَ الْجَـاهِلِيَّةِ يَـبْغُوْنَ ۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّـقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ
“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?” (QS. Al-Ma’idah [5]: 50).
Wallahualam bissawab.
Penulis: Sari Ramadani, S.Pd (Aktivis Muslimah)









