Program Adiwiyata sendiri tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, seperti pengelolaan sampah dan pelestarian taman, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter siswa sebagai agen perubahan lingkungan. Dengan demikian, diharapkan para siswa tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga menjadi pionir dalam menyebarkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Pj Walikota juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya akan mengangkat citra Kota Lhokseumawe, tetapi juga akan menjadi contoh bagi daerah lain.
“Kita tidak boleh gagal dalam menjalankan program Adiwiyata ini. Ini adalah tanggung jawab bersama kita untuk menciptakan sekolah-sekolah ramah lingkungan di Kota Lhokseumawe. Kita akan membuktikan bahwa kita mampu menjadi pelopor dalam pelestarian lingkungan di tingkat lokal,” tambahnya.
Hanan menambahkan bahwa dirinya adalah konseptor Surat Edaran (SE Gubernur Aceh No. 660/3020 tanggal 18 Februari 2020 Tentang Gerakan Pengurangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai di wilayah Provinsi Aceh. “Semoga kitab isa wujudkan ini, saya malu kalau saya tidak bisa laksanakan ini di Kota Lhokseumawe” imbuhnya.
Sosialisasi ini dihadiri oleh para kepala sekolah, guru, dari 18 Sekolah Menengah dan 70 Sekolah Dasar se-Kota Lhokseumawe. . (advertorial/s4y)








