Meskipun ikan memiliki banyak manfaat, Fuad mengingatkan, bahwa tidak semua jenis ikan aman untuk dikonsumsi, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak. Beberapa jenis ikan mengandung tinggi merkuri dan zat polutan lainnya yang dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memilih jenis ikan yang aman dan sehat, seperti ikan salmon, ikan gabus, ikan mujair, ikan tuna, ikan gembung, dan ikan sarden.
“Dengan memperhatikan pemilihan jenis ikan yang aman dan sehat, masyarakat dapat memastikan bahwa asupan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak terpenuhi dengan baik,” ungkap Fuad.
Selain itu, pentingnya asupan telur bagi anak-anak juga ditekankan. Pemerintah menganjurkan agar setiap anak mendapatkan dua butir telur setiap harinya. Telur, yang kaya akan protein dan zat gizi penting lainnya, menjadi komponen vital dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Dengan memastikan asupan telur yang cukup, diharapkan kebutuhan gizi anak-anak dapat terpenuhi dengan optimal.
Fuad, juga menekankan bahwa penanganan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak terkait, termasuk masyarakat, untuk berperan aktif dalam upaya ini. Kolaborasi dan koordinasi yang baik diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi angka stunting di Aceh Utara.
Dengan komitmen dan upaya nyata dari semua pihak, pemerintah Aceh Utara optimis bahwa masalah stunting dapat diatasi secara efektif. Melalui upaya perbaikan gizi, promosi budaya makan ikan, dan pemberian asupan telur yang cukup, mereka berharap dapat membentuk generasi yang sehat dan cerdas di Aceh Utara. (Advetorial)








